Konsumsi Susu RI Jauh Lebih Rendah dari Malaysia dan Thailand, Ini Penyebabnya
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menargetkan konsumsi susu per kapita naik 24,84% secara tahunan menjadi 20,1 kilogram pada tahun ini. Walau demikian, angka tersebut masih lebih rendah dari konsumsi susu per kapita negeri jiran, seperti Malaysia sekitar 26 kilogram per kapita atau Thailand sekitar 22 kilogram per kapita.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menyampaikan rendahnya target tersebut disebabkan oleh populasi sapi perah domestik yang rendah. Kementerian Pertanian mendata populasi sapi perah di dalam negeri baru sekitar 540.600 ekor atau setara dengan 20% konsumsi susu nasional.
"Kami harus menetapkan target sesuai dengan realitas. Kami telah menjalankan Gerakan Minum Susu dari tahun lalu, tapi produksi lokal belum bisa memenuhi semua permintaan nasional. Jadi, kami menetapkan target sesuai realita," kata Widiastuti di kantornya, Jumat (13/6).
Maka dari itu, Widiastuti menyampaikan pemerintah menargetkan untuk mendatangkan 1 juta ekor sapi perah hingga 2029. Pada tahun ini, jumlah sapi perah yang akan diimpor untuk menggenjot produksi susu nasional adalah 200.000 ekor.
Di samping itu, Widiastuti mencatat industri pengolahan telah memproduksi susu dalam kemasan yang lebih kecil. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan susu ke seluruh lapisan masyarakat.
Widiastuti mengatakan pemerintah pun telah melakukan edukasi kepada generasi muda untuk meningkatkan konsumsi susu. Dia menemukan salah satu alasan rendahnya susu pada generasi Z adalah dampak negatif terhadap kesehatan.
"Kadang anak-anak mudah sekarang takut untuk minum susu karena dinilai bisa memunculkan jerawat atau naik berat badan. Alhasil, mereka menghindari minum susu, padahal ada gizi yang bisa didapatkan dari minum susu," katanya.
Adapun usaha terkini pemerintah dalam meningkatkan konsumsi susu per kapita adalah perayaan Hari Susu Nasional akhir pekan ini, Minggu (15/6). Widiastuti menyampaikan kegiatan utama acara tersebut adalah Fun Walk dari kawasan Hotel Mandarin, Jakarta Pusat ke kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Widiastuti mencatat acara tersebut akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Namun agenda tersebut hanya akan diselenggarakan di Jakarta Pusat lantaran perayaan Hari Susu Nasional sudah berlaku secara nasional.
"Seharusnya minum susu bisa dilakukan bukan hanya pada Hari Susu Nasional, tapi dijalankan secara berkelanjutan. Kami berharap susu menjadi konsumsi utama masyarakat seperti zaman penerapan program 4 Sehat 5 Sempurna," ujarnya.
