Wamentan Sudaryono Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengakui dirinya telah ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia melalui rapat umum pemegang saham yang berlangsung kemarin.
Ia menyebut penunjukan itu merupakan bentuk penugasan, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog untuk penguatan cadangan beras pemerintah alias CBP.
"Sudah (terima surat keputusan). Ya, itu kan penugasan," kata Wamentan saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (17/6).
Selama menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog, menurut dia, capaian strategis telah diraih. Contohnya, realisasi cadangan beras pemerintah yang melampaui 4 juta ton dan konversi gabah menjadi beras lebih dari 2,5 juta ton.
Jumlah cadangan dan volume penyerapan beras tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Kini sebagai Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono mendapat amanah untuk memperkuat distribusi pupuk subsidi yang harus sampai ke petani dengan harga dan jumlah yang sesuai hak mereka.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas dan kualitas pupuk nonsubsidi. Dengan begitu, lini komersial Pupuk Indonesia tetap kompetitif dan memberikan kontribusi bisnis yang sehat secara nasional.
"Walaupun sejauh ini Pupuk Indonesia juga hampir dipastikan tidak banyak kendala, tapi masih ada satu-dua (masalah) yang memang mesti dibereskan," kata Sudaryono
Terkait penggantinya di Bulog, ia hanya menyebutkan sosok tersebut sebagai warga negara Indonesia. Sudaryono memastikan transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Sebelum ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Sudaryono terlebih dahulu menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog sejak 6 Februari 2025. Saat itu Sudaryono menggantikan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
