Kejar Swasembada Pangan, Kementan Usul Tambah Anggaran Lebih dari 2 Kali Lipat

Andi M. Arief
7 Juli 2025, 13:25
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024). Rapat tersebut membahas evaluasi hasil pemeriksaan BPK semester I tahun anggaran 2024 dan r
ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024). Rapat tersebut membahas evaluasi hasil pemeriksaan BPK semester I tahun anggaran 2024 dan rencana kerja program dan kegiatan Kementerian Pertanian tahun 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengusulkan peningkatan anggaran Kementerian Pertanian naik lebih dari 200% menjadi Rp 44,64 triliun pada tahun depan.

Menurut Amran, anggaran minimum khusus untuk mencapai swasembada pangan sejumlah Rp 29,37 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk operasional tanaman pangan. Pemenuhan anggaran tersebut sangat penting agar tidak ada masalah pangan di dalam negeri.

"Anggaran Rp 29 triliun ini tidak boleh diganggu. Selain itu, kami berencana melakukan hilirisasi pada tanaman pangan hasil perkebunan dan hortikultura," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Senin (7/6).

Selain itu, Amran berencana melakukan peningkatan produksi tanaman kebun strategis, seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, mete, lada, dan pala. Program tersebut dinilai akan menyerap anggaran negara hingga Rp 10,07 triliun.

Amran menjelaskan tambahan anggaran Rp 10,07 triliun juga diperlukan untuk mengurangi ketergantungan komoditas pangan impor, seperti bawang putih, kedelai, dan gandum. Menurutnya, nilai impor pangan tersebut mencapai Rp 40 triliun per tahun.

Dia optimistis pengurangan impor pangan tersebut dapat dilakukan dengan catatan langkah tersebut harus dimulai sejak saat ini. Karena itu, Kementan telah memulai proses pembibitan beberapa komoditas agar proses tanam bisa dimulai tahun depan.

Amran menjelaskan proses pengurangan pangan impor akan dilakukan dengan kontrak tahun jamak. Adapun proses penanaman akan dimulai pada Januari-Februari 2026.

"Proses pembibitan akan memakan waktu 6-8 bulan, sehingga kami akna mulai tanam tahun depan. Kami mohon posisi Rp 44 triliun dapat terealisasi agar program di sektor perkebunan dan hortikultura bisa berjalan," katanya.


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...