Zulhas Targetkan 10 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Agustus 2025
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan sudah ada 10.000 koperasi desa merah putih (KDMP) yang beroperasi pada Agustus 2025.
“Agustus ini kami selesaikan, kira-kira 10 ribu KDMP sudah beroperasi. Tapi saya yakin bisa lebih,” kata Zulhas saat konferensi pers usai rapat di kantornya, Selasa (29/7).
Zulhas menyampaikan untuk memastikan beroperasinya KDMP, pemerintah akan roadshow atau berkeliling ke wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, ke Pulau Jawa, dan wilayah Indonesia lainnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 KDMP dalam sebuah acara yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Senin (21/7).
Dari jumlah kelembagaan tersebut, baru ada 108 koperasi yang telah beroperasi. Zulhas juga menyampaikan hingga saat ini telah menyelesaikan 300 satgas untuk KDMP di tingkat Kabupaten Kota.
“Dalam waktu satu minggu ini, tadi dari Kemendagri akan menyelesaikan sampai 514 Satgas,” ujarnya.
Dia juga mengatakan terkait KDMP Danantara akan menyempurnakan bisnis model dan petunjuk teknisnya. Selain itu dalam rapat tersebut juga membahas terkait akses pembiayaan untuk KDMP.
“Ini sudah ada PMK nya nomor 49 tahun 2025 melalui plafon pinjaman setinggi-tingginya Rp 3 miliar,” ucapnya.
Dia memastikan pembiayaan ini tidak menggunakan dana himbara dari uang rakyat, namun dananya berasal dari pemerintah yang diletakkan di bank himbara.
Lini Bisnis KDMP
Prabowo mengatakan lini bisnis Kopdes dan Kopkel nantinya akan berfokus pada sektor logistik, gudang, pengering padi dan jagung, gudang pendingin hasil perikanan dan pertanian, logistik, hingga pengelolaan ladang panel surya atau solar farm di lahan 1 hektare (ha). Selain itu, lini usaha koperasi juga diperkaya dengan tawaran pusat sembako, apotik, simpan-pinjam dan usaha produktif lainnya.
Prabowo menekankan pembangunan puluhan ribu unit Kopdes dan Kopkel bertujuan memperpendek rantai distribusi barang-barang penting untuk rakyat agar harga barang menjadi lebih murah dan terjangkau.
“Koperasi ini adalah suatu upaya untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan penting bagi rakyat. Obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, mereka harus punya akses kepada obat penting dengan harga terjangkau,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (21/7).
Prabowo mengatakan koperasi akan berperan langsung mendistribusikan bahan-bahan pokok tanpa perantara yang panjang seperti tengkulak atau distributor berlapis yang biasanya membuat harga barang menjadi mahal saat sampai ke masyarakat.
“Koperasi ini adalah suatu upaya untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan penting bagi rakyat. Obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, mereka harus punya akses kepada obat penting dengan harga terjangkau,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden.
