3 Pemerintah Daerah Tawarkan Proyek Kereta Gantung, 22 Investor Nyatakan Minat
Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mencatat telah ada tiga pemerintah daerah yang tertarik membangun kereta gantung. Sementara itu, setidaknya ada 22 investor yang menyatakan minat membangun moda transportasi tersebut.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Mohamad Risal Wasal mencatat pemerintah daerah tersebut adalah Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Mereka telah menjelaskan apa yang dibutuhkan dalam pembangunan kereta gantung di daerahnya dan potensi pengembalian investasi dalam proyek tersebut," kata Risal dalam diskusi "Masa Depan Mobilitas Kota", Jumat (8/8).
Sebelumnya, Risal menjelaskan kereta gantung perkotaan berbeda dengan kereta gantung wisata seperti yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebab, kereta gantung perkotaan tidak digerakkan oleh kabel seperti di TMII, melainkan menggunakan mesin penggerak di dalam kereta.
Risal mencatat setidaknya ada tiga pemerintah daerah lain yang berminat membangun kereta gantung, yakni Sumatra Barat, Kota Malang, dan Kota Tangerang Selatan. Namun seluruh realisasi minat investasi tersebut masih dalam tahap studi kelayakan.
"Ada dua daerah lain yang meminta pembangunan kereta gantung perkotaan, yaitu Sumatra Barat dan Malang. Rata-rata investasi infrastruktur di keempat wilayah tersebut mencapai Rp 238 miliar per kilometer," kata Risal pada Maret 2025.
Menurut Risal nilai investasi tersebut sudah termasuk kebutuhan kereta per kilometer. Jika jalur memiliki panjang 10 kilometer, maka investasi yang diperlukan mencapai Rp 2,38 triliun.
Di samping itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono mencatat telah ada empat investor asing yang berniat membagun kereta gantung yang menjadi pengumpan MRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Investor tersebut berasal dari Eropa, Cina, dan dalam negeri.
Kereta gantung tersebut akan menghubungkan Stasiun LRT Harjamukti dengan Kawasan Mekarsari. Sementara itu, proyek yang sama akan menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dan Kawasan Serpong.
"Saat ini ada beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan minat investasi. Kami akan menunggu studi kelayakan dari masing-masing investor sebelum memilih mitra,"kata Allan di Jakarta Pusat, Rabu (9/7).
