Menurut Amvesindo, Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat serta pasar digital yang besar, sehingga tetap menjadi tujuan investasi yang menarik.
Wall street tertekan seiring langkah Investor yang masih mencermati pergerakan terbaru saham-saham semikonduktor dan laporan keuangan kuartalan perusahaan.
Aturan baru yang diterapkan Bursa Efek Indoesia (BEI) terkait saham terkonsentrasi tinggi atau HSC dinilai akan berdampak pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dan outlook stabil.
Konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menilai dukungan pemerintah kepada pasar modal akan menjadi faktor penting untuk menjaga sekaligus memulihkan kepercayaan investor.
Investor diimbau waspada dan verifikasi komunikasi, karena marak penipuan digital mengatasnamakan perusahaan sekuritas seperti Mirae Asset untuk mencuri data dan dana.
Pemerintah perkuat koordinasi dan kebijakan untuk pulihkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah, didukung penerbitan Global Bond Danantara.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari keterpurukan meski. Jika mengacu titik terendah IHSG tahun ini di level 5.342, indeks sudah rebound 12,45% meski investor belum sepenuhnya kembali.
Pasar keuangan Indonesia menghadapi salah satu periode terberat sejak krisis pandemi Covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir, IHSG dan nilai tukar rupiah sama-sama mengalami tekanan hebat.
Tahun 2026 baru berjalan separuh, namun hingga Jumat (5/6) investor asing sudah mencatatkan aksi jual (net sell) senilai Rp 61,36 triliun. Nilai ini melonjak 3 kali lipat dibandingkan 5 tahun terakhir
Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik sepanjang perdagangan 25–29 Mei 2026. Di tengah tekanan jual, saham bank besar dan emiten Prajogo ramai ditransaksikan.
Chief Executive Officer PT Ajaib Sekuritas Asia, Anderson Sumarli, menilai perubahan tersebut sebagai transformasi struktural yang mengubah peran investor ritel dalam ekosistem pasar modal.
Investor asing mencatatkan beli bersih saham atau net buy mencapai Rp 12,26 triliun pada pekan lalu. Capaian tersebut berbalik dari catatan net sell asing senilai Rp 7 triliun pada pekan sebelumnya.