Indonesia Jadi Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

Tia Dwitiani Komalasari
11 Agustus 2025, 11:41
Pencari kerja mengisi data untuk lowongan pekerjaan saat bursa kerja di Mal BTM, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). Dana Moneter International atau IMF memproyeksikan tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5 persen pada tahun 2025 atau naik diba
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa.
Pencari kerja mengisi data untuk lowongan pekerjaan saat bursa kerja di Mal BTM, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). Dana Moneter International atau IMF memproyeksikan tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5 persen pada tahun 2025 atau naik dibandingkan tahun lalu sebesar 4,9 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia menempati posisi tertinggi negara dengan tingkat pengangguran atau unemployment rate tertinggi di ASEAN. Berdasarkan data Trading Economics Indonesia, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 4,76%.

Unemployment rate adalah pr3sentase dari angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan, tetapi sedang mencari pekerjaan. Ini adalah indikator penting dalam ekonomi yang mengukur kesehatan pasar tenaga kerja suatu negara atau wilayah.

Berikut daftar tingkat pegangguran di ASEAN, diurutkan berdasatkan yang tertinggi, dikutip Senin (11/8):

1. Indonesia sebesar 4,76%

2. Brunei Darussalam 4,7%

3. Filipina 3,7%

4.  Malaysia 3%

5. Myanmar 3%

6. Vietnam 2,24%

7. Singapura 2,1%

8. Timor Timur 1,6%

9.Laos 1,2%

10. Thailand 0,89%

11. Kamboja 0,27%

Di Asia, negara dengan tingkat pengangguran tertingi adalah Palestina sebesar 28,8%, sementara yang terendah adalah Qatar sebesar 0,1%. Qatar juga menajdi negara dengan tingkat pengangguran terendah di tingkat dunia.

Sementara negara dengan tingkat pengagguran tertinggi dunia adalah Eswatini di Afrika bagian selatan sebesar 34,4%.

Jumlah Korban PHK Naik 32%

Tingginya data PHK tersebut sejalan dengan angka korban pemutuan hubungan kerja (PHK) yang meningkat. Kementerian Ketenagakerjaan mendata jumlah korban PHK pada Semester I 2025 mencapai 42.385 orang, naik 32,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 32.064 pekerja. Angka semester I 2025 juga lebih tinggi semester I 2023.

Berdasarkan data Kemenaker, daerah dengan jumlah PHK tertinggi selama paruh pertama tahun ini adalah Jawa Tengah  sejumlah 10.995 orang. Capaian tersebut diikuti Jawa Barat sejumlah 9.494 orang dan Banten sejumlah 4.267 orang. Total PHK dari tiga provinsi tersebut mencapai 24.756 orang atau hampir 60% dari jumlah PHK pada Januari-Juni 2025.

Sementara itu, provinsi dengan jumlah PHK terminim adalah Maluku atau hanya empat orang selama enam bulan pertama tahun ini. Namun secara bulanan, jumlah PHK Juni 2025 capai 1.609 pekerja. Angka ini turun 65,78% dibanding Mei 2025. 

Adapun angka PHK memuncak pada Februari 2025 yang mencapai 17.796 orang atau naik hampir 90% secara bulanan. Angka ini merupakan yang tercatat dan terverifikasi oleh Kemenaker, dikutip dari laman resminya. 


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...