Pemerintah Targetkan 15 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi pada Agustus 2025
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan pemerintah menargetkan 15.000 koperasi desa merah putih (KDMP) sudah beroperasi pada Agustus 2025. Namun dia tidak menjelaskan terkait berapa jumlah KDMP yang sudah beroperasi hingga bulan ini.
“Kita akan dorong per Agustus ini 15.000 koperasi di seluruh Indonesia beroperasi,” kata Tatang dalam Rakornas Kadin Indonesia Bidang Koperasi dan UMKM 2025, Rabu (20/8).
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 80 ribu KDMP beroperasi pada November 2025. Pengoperasian KDMP dilakukan secara bertahap hingga November, antara lain:
- Agustus: 15.000 koperasi beroperasi
- September: 25.000 koperasi beroperasi
- Oktober: 25.000 koperasi beroperasi
- November: 15.000 koperasi beroperasi
“Kami akan mengejar target operasi 80.000 koperasi,” ujarnya.
Dari target 80 ribu KDMP, jika 80% bisa beroperasi sudah merupakan capaian yang luar biasa. Hal ini karena KDMP banyak dibangun di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan yang selama ini belum terjangkau.
Tatang menjelaskan, operasional KDMP nantinya wajib terhubung dengan sistem yang dirancang PT Telkom Indonesia. Sistem ini memungkinkan seluruh kegiatan operasional dipantau secara digital, mulai dari penerimaan dan pengeluaran barang, penjualan, hingga pencatatan utang, pinjaman, dan pembayarannya.
“Koperasi hanya perlu mengoperasikan dan menginput data, nantinya sistem akan otomatis menghasilkan laporan keuangan. Itu sudah disiapkan,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan sistem digital ini mengacu pada praktik ritel modern di Indonesia. Pemerintah juga berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawal pembangunan KDMP.
Program Prioritas 2026
KDMP merupakan salah satu program prioritas dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Nota Keuangan, Jumat (15/8).
Dia menjelaskan tujuan KDMP untuk menghidupkan perekonomian rakyat, membangun desa, membangkitkan koperasi, termasuk juga memberdayakan UMKM
“Desa menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Kita akan percepat pembangunan desa mandiri, Koperasi dan UMKM, dengan berlandaskan semangat gotong royong,” ujarnya.
Dia menyampaikan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan siap mempermudah masyarakat desa mengakses sembako, logistik, pupuk, hingga layanan keuangan.
Pemerintah telah menyiapkan pendanaan murah melalui Bank Himbara agar Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih dapat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang rendah.
“Ini adalah pendekatan baru yang akan menghidupkan ekonomi lokal di pedesaan, memotong rantai distribusi logistik yang rumit, menciptakan lapangan kerja baru dan menghapus kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di desa,” katanya.
