Pemerintah Dorong Industri Komponen Otomotif Masuk ke Sektor Pesawat dan Kapal

Andi M. Arief
25 Agustus 2025, 19:07
komponen, otomotif, kapal, pesawat
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.
Mekanik memperbaiki komponen mobil yang mengalami kerusakan di bengkel Ciganitri, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/12/2024). Direktur Neraca Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Puji Agus Kurniawan mencatat ekspor produk kendaraan bermotor dan suku cadang, kecuali sepeda motor, mencapai 2,57 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2024 yang mencerminkan adanya daya saing produk otif Indonesia di pasar internasional, terutama di segmen kendaraan roda empat dan komponennya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mengarahkan industri komponen otomotif untuk turut memproduksi komponen alat transportasi lainnya. Hal tersebut merupakan strategi pemerintah seiring tren peralihan mobil konvensional ke mobil listrik.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono menyatakan jumlah komponen pembentuk mobil bermesin konvensional mencapai puluhan ribu. Sedangkan komponen pembentuk EV berbasis baterai kurang dari 10.000 unit.

"Kami sudah mengarahkan agar mulai mengalihkan produksi dari kendaraan otomotif dan melakukan pengembangan ke industri kendaraan aviasi dan kendaraan maritim," kata Tunggul di kantornya, Senin (25/8).

Tunggul menilai pengalihan produksi komponen ini dilakukan agar utilisasi pabrik tetap terjaga di tengah penurunan permintaan mobil konvensional. Menurutnya, pengalihan produksi tersebut dimungkinkan lantaran industri komponen otomotif telah memiliki teknologi, alat produksi, dan pabrik untuk memproduksi komponen lainnya.

Karena itu, Tunggul menilai pengalihan fokus industri komponen otomotif ke industri aviasi maupun maritim mudah untuk dilakukan. "Perkembangan industri EV pasti akan berdampak ke industri komponen nasional, sebab kebutuhan industri otomotif akan berkurang akibat perkembangan permintaan EV," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara meminta pemerintah tidak mengorbankan perekonomian nasional demi mencapai target emisi nol bersih atau NZE. Menurut dia,  adopsi EV secara penuh di dalam negeri bukan satu-satunya untuk mencapai NZE di dalam negeri. 

"Jangan gara-gara komitmen NZE kita mengorbankan ekonomi nasional, sebab konsekuensinya cukup berat. Pada saat yang sama, ICE dan EV dapat berjalan beriringan," kata Kukuh..

Era Otomotif Baru

Kukuh menyampaikan industri otomotif di dalam negeri akan memasuki era baru yang dipimpin oleh Cina, menggantikan Jepang sebelumnya.  Ia pun menilai menilai pengusaha otomotif nasional perlu bersiap diri dalam memasuki era baru.

Menurut dia, pengusaha komponen otomotif asal Negeri Panda akhirnya akan mencari mitra lokal untuk masuk pasar dalam negeri. Karena itu, Kukuh mendorong pemerintah untuk menyesuaikan insentif pada industri otomotif dengan era baru tersebut. Kukuh menilai langkah tersebut akhirnya dapat memicu minat investor asing ke dalam negeri.

"Kalau pemberian insentif yang disesuaikan dengan kesepakatan bisa konsisten dilakukan, ini akan memberikan sinyal positif kepada para pelaku usaha asing,"katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...