Pembelian Bahan Pokok Melonjak di Tengah Kericuhan, Masyarakat Panic Buying?
Pembelian bahan pokok mengalami peningkatan signifikan di tengah maraknya aksi demo dan kericuhan di sejumlah wilayah. Aksi demonstrasi juga membuat distribusi bahan poko menjadi terhambat ke pasar tradisional.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, mengatakan ada peningkatan pembelian kebutuhan pokok di dalam mal pada akhir pekan lalu. Walau demikian, peningkatan pembelian tersebut masih dinilai dapat dikendalikan.
Alphonzus mengaku telah berkoordinasi dengan para asosiasi peritel modern untuk mencegah kekosongan pasokan bahan pokok di dalam mal akibat peningkatan pembelian.
"Pasokan kebutuhan pokok di dalam mal jangan sampai terganggu. Saya belum melihat gangguan yang signifikan dalam rantai distribusi bahan pokok ke pusat perbelanjaan sejauh ini. Semua masih terkendali," katanya.
Namun demikian, Alphonzus meminta dukungan pengamanan pada pemerintah dalam proses distribusi bahan pokok ke mal. Dia juga telah meminta dukungan pengamanan di wilayah mal kepada pemerintah untuk memastikan pusat perbelanjaan bisa terus beroperasi.
Distribusi Bahan Pokok
Smeentara itu, distribusi bahan pokok juga terhambat dengan aksi demo tersebut. Akibatnya, stok menipis dan pedagang pasra tradisional mulai membatasi penjualan sejumlah komoditas.
Sekretaris Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau Ikappi, Reynaldi Sarijowan menyampaikan sebagian pasar di Jakarta telah membatasi penjualan untuk menjaga pasokan. Sebab, proses distribusi pangan ke pasar yang ada di Jakarta tersendat imbas demonstrasi yang dilakukan pekan lalu.
"Ya, pasar yang membatasi penjualan berada di dekat titik demonstrasi, seperti Pasar Senen. Kami sedang melakukan investigasi soal pembatasan penjualan tersebut. Namun kami memahami eskalasi demonstasai hingga adanya pejarahan membuat pedagang pasar terpaksa menutup tokonya," kata Reynaldi kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).
Reynaldi menekankan tidak semua pasar di kawasan Jakarta melakukan pembatasan penjualan. Menurutnya, beberapa pasar yang menutup atau membatasi penjualan ada di sekitar kawasan Kwitang dan Gedung DPR.
Mendag Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berkoordinasi dengan berbagai asosiasi pengusaha ritel untuk menjaga keandalan pasokan ritel di daerah-daerah yang menggelar demonstrasi.
“Kami sudah koordinasi terus dengan asosiasi untuk tetap menjaga pasokan, termasuk juga yang di daerah-daerah,” ujar Budi Santoso dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu.
Dalam koordinasi tersebut, Budi mengatakan para pengusaha siap untuk mendistribusikan barang dan sejauh ini belum ada keluhan yang diterima.
Budi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying atau memborong massal segala jenis produk dan kebutuhan akibat demonstrasi, sebab stok yang tersedia masih aman.
“Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman semua, ya. Stok aman semua,” kata Budi.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan pemerintah akan fokus mempertemukan produsen beras dan peritel modern selambatnya lusa, Rabu (3/9).
"Besok atau lusa, kami akan mengundang semua pemasok pangan dan mempertemukannya dengan peritel modern, utamanya antara produsen beras dan peritel modern," kata Iqbal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (1/9).
Iqbal mengaku dampak ricuhnya demonstrasi pada pekan lalu ke kegiatan distribusi bahan pokok tidak signifikan. Walau demikian, Iqbal berkomitmen untuk meningkatkan kepastian keamanan distribusi pangan dalam waktu dekat.
