Pramono Tegur Dirut MRT Terkait Kenaikan Harga Sewa Kios di Blok M

Tia Dwitiani Komalasari
3 September 2025, 14:51
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi Jakarta terkini di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Pramono Anung memastikan Jakarta dalam kondisi aman dan nyaman pasca-aksi demonstrasi yang pecah dua h
ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/sg
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi Jakarta terkini di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Pramono Anung memastikan Jakarta dalam kondisi aman dan nyaman pasca-aksi demonstrasi yang pecah dua hari belakangan berakhir ricuh sehingga akan tetap menggelar kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) pada Minggu (31/8/2025) di Jalan Sudirman hingga Thamrin.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegur Direktur Utama PT MRT Jakarta imbas kenaikan harga sewa kios di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kenaikan harga kios tersebut menyebabkan sejumlah pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) angkat kaki dari lokasi tersebut.

Dia menjelaskan sebelumnya memang terdapat kerja sama antara MRT Jakarta dengan pihak koperasi Blok M. Kerja sama tersebut juga termasuk menetapkan batas atas dan batas bawah tarif sewa kios.

“Ternyata, tarif yang dipungut lebih dari itu. Sehingga saya sudah menegur Dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerja samanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9).

Menurut dia, saat ini UMKM perlu diutamakan, terlebih mengingat perekonomian di kawasan Blok M tengah menggeliat naik. Pria yang akrab disapa Pram itu pun meminta agar penetapan harga sewa tidak dilakukan secara semena-mena sehingga pedagang dapat kembali berjualan.

“Jadi kalau tidak bisa ditertibkan, saya minta untuk dibatalkan, lebih baik dikelola sendiri. Karena bagi saya pribadi, untuk UMKM itu menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik,” ujar Pramono.

Sebelumnya, viral di media sosial sejumlah pedagang UMKM yang mengeluhkan kenaikan harga sewa kios di Blok M sehingga mereka terpaksa angkat kaki dari tempat tersebut.

Salah satu video yang viral adalah konten TikTok dari @andremandorr. Dalam videonya, Andre mengaku terpukul karena harga sewa kios di Blok M naik.

Padahal, dia baru satu bulan menyewa kios di sana untuk berjualan makanan bersama istrinya yang sedang hamil. Dia terpaksa pindah karena kaget dengan tagihan harga sewa yang dinilainya tak masuk akal.

“Kita tiba-tiba dapat tagihan yang nggak ngotak harganya. Kalau ditanya kenapa gue bingung. Karena gue baru banget nemuin kios yang kayak gini bentukannya, tiba-tiba tagihannya naik Rp 15 juta,” kata Andre. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...