Kemendag Incar Transaksi Trade Expo Indonesia 2025 Rp 277 T, Ini Strateginya

Andi M. Arief
29 September 2025, 20:54
trade expo, trade expo indonesia, perdagangan
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi (tengah) memberikan keterangan kepada media terkait rencana penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (29/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perdagangan atau Kemendag menargetkan nilai transaksi di Trade Expo Indonesia 2025 naik 10% menjadi US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp  277,7 triliun. Beberapa inovasi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah melakukan pra business matching.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi menjelaskan pra business matching dilakukan dengan menyerahkan daftar eksibitor TEI 2025 kepada 132 perwakilan dagang pemerintah di luar negeri.

Dengan demikian, sebagian pembeli yang menghadiri TEI 2025 hanya akan melakukan pertemuan fisik sebelum merealisasikan transaksi. Fajarini berharap cara ini bisa mendongkrak penjualan dibandingkan tahun lalu.

"Memang diharapkan buyer pada TEI 2025 lebih terarah dibandingkan tahun lalu, sebab sudah ada buyer yang berjodoh dengan eksibitor. Itu yang membedakan TI 2025 dengan tahun sebelumnya," kata Fajarini dalam konferensi pers TEI 2025, Senin (29/9).

Fajarini mengatakan, ada 6.850 calon pembeli atau buyer yang mendaftar untuk menghadiri TEI 2025 pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Menurutnya, pembeli tersebut mewakili 80% pembeli global lantaran datang dari 106 negara.

Fajarini mengatakan pembeli terbanyak datang dari Nigeria, Malaysia, India, dan Cina. Sementara itu, jumlah peserta TEI 2025 sejauh ini mencapai 1.015 perusahaan yang terbagi dalam tiga kelompok yakni makanan dan minuman, manufaktur, dan gaya hidup.

Dia menjelaskan, total peserta dalam kelompok makanan dan minuman mencapai sekitar 350 perusahaan. Menurutnya, produk yang akan ditawarkan berasal dari industri pertanian, bisnis lisensi, dan waralaba.

Adapun peserta dalam kelompok manufaktur mencapai 177 perusahaan. Fajarini menilai kelompok peserta TEI 2025 ini akan menawarkan produk-produk sektor manufaktur seperti mineral kritis dan jasa industri.

Terakhir, Fajarini menemukan peserta kelompok gaya hidup mendominasi sekitar 56% dari total peserta TEI 2025 atau sejumlah 574 perusahaan. Produk yang ditawarkan kelompok perusahaan ini adalah tekstil dan produk tekstil dan produk fashion lainnya.

"Kami berharap keberhasilan TEI 2025 bisa mengangkat produk Indonesia ke kancah global. Selain itu, kami berharap TEI 2025 dapat memuaskan keinginan buyer dalam mencari produk-produk yang diinginkan," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...