Pemerintah Akan Genjot Industri Event dan MICE untuk Buka Lapangan Kerja

Andi M. Arief
6 Oktober 2025, 19:12
industri event and mice
ANTARA FOTO/Akbar Tado/YU
Pameran Gema Sulbar di Pantai Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (22/9/2025). Kegiatan tahunan resmi ini masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pariwisata atau Kemenpar menargetkan kontribusi kegiatan acara (event) serta pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) naik hingga 15% dari industri pariwisata pada 2029. Target tersebut dinilai dapat menggenjot jumlah lapangan kerja menjadi dua kali lipat selama empat tahun ke depan.

Dewan Industri Event Indonesia atau Ivendo mendata industri event telah membuka lapangan kerja untuk 8,8 juta orang pada tahun lalu. Dengan demikian, peningkatan performanya akan membuat lapangan kerja mencapai 17,6 juta orang pada 2029.

Selama ini pengeluaran wisatawan di industri event lebih besar hingga dua kali lipat dibandingkan kegiatan wisata leisure. (rekreasi). "Karena itu, kami ingin kontribusi industri event ke industri pariwisata bukan lagi 10% seperti saat ini, tapi bisa menjadi 15% hingga 2029," kata Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar Vinsensius Jemadu di kantornya, Jakarta, Senin (6/10).

Industri pariwisata kini memiliki tiga portofolio kegiatan, yakni event dengan kontribusi 10%, wisata alam sebesar 30%, dan wisata budaya hingga 60%. Kondisi tersebut membuat industri pariwisata nasional menduduki peringkat keempat di Asia Tenggara.

Vinsensius memproyeksikan posisi itu dapat naik menjadi hingga peringkat kedua dengan menggenjot industri event nasional. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan jumlah acara dan MICE yang mendapatkan dukungan pemerintah.

Berdasarkan paparan Kemenpar, dukungan pemerintah baru sejumlah 134 kegiatan hingga bulan lalu. Serapannya sekitar 95.000 tenaga kerja, lebih dari 14.800 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memutar uang sekitar Rp 11,82 triliun.

Ivendo memproyeksikan perputaran uang dari industri event dan MICE tahun ini mencapai Rp 88,61 triliun. Dengan demikian, pemerintah baru menyumbang 13,33% dari proyeksi perputaran uang di industri ini.

"Jumlah event yang bisa kami dukung dan monetisasi pada tahun lalu mencapai 3.000 kegiatan dengan potensi peningkatan perputaran uang mencapai Rp 200 triliun. Jadi, potensi kontribusi event dan MICE ke industri pariwisata ini besar," ujarnya.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Haryadi Sukamdani menilai potensi pembukaan lapangan kerja untuk 17,16 juta di industri event dan MICE sangat mungkin terjadi. Namun, lonjakan kebutuhan tenaga kerja tersebut tidak akan terjadi pada tahun depan.

Peningkatan pembukaan lapangan kerja di industri event dapat terjadi jika ada dukungan dari pemangku kepentingan. "Tergantung acara apa yang akan terjadi di dalam negeri. Namun lonjakan lapangan kerja di industri event dan MICE dapat terjadi jika kontribusinya naik menjadi 15% pada 2029," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...