Animo Tinggi, Pemerintah Siapkan Kuota Magang Nasional 100 Ribu Orang pada 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan kembali membuka program Magang Nasional untuk 100 ribu orang pada 2026. Wacana tersebut mempertimbangkan tingginya animo masyarakat yang ingin mendaftar program tersebut pada tahap I tahun ini.
Airlangga mencatat total lulusan perguruan tinggi yang mendaftar dalam program tersebut hampir 160 ribu orang sekitar sebulan terakhir. Padahal, kuota tahap I hanya mencapai 20 ribu orang. Dengan demikian, rasio terbesar antara sebuah lowongan kerja dan peminat program mencapai 1:200.
"Berdasarkan data ini, kami akan luncurkan kembali program Magang Nasional pada tahun depan. Kami sangat berharap perusahaan membuka lowongan di sektor digital, lantaran kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut mencapai 9 juta orang pada 2030," kata Airlangga dalam pembukaan Gelombang Pertama Program Magang Nasional, Senin (20/10).
Airlangga menyampaikan program Magang Nasional akan menjadi kegiatan rutin yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan. Karena itu, Airlangga memberikan sinyal total kuota program Magang Nasional pada tahun depan dapat lebih dari 100.000 orang.
Politikus Partai Golkar ini menilai program Magang Nasional untuk menjembatani pasokan angkatan kerja dan kebutuhan perusahaan. Sebab, program tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman kerja yang sejauh ini minim dimiliki lulusan perguruan tinggi.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mendata total peserta program Magang Nasional yang mulai bekerja hari ini, Senin (20/10), baru mencapai 14.913 orang. Walau demikian, angka tersebut diyakini akan mencapai 20.000 orang pada pekan ini, Kamis (23/10).
Seluruh peserta tersebut akan disebar pada sekitar 20 ribu perusahaan yang telah disetujui Kemenaker. Jumlah perusahaan tersebut telah susut akibat proses seleksi dari total perusahaan yang mendaftar sekitar 26.181 unit.
Dengan demikian, setiap perusahaan hanya membuka lowongan magang untuk satu orang. Berdasarkan penelusuran Katadata, perusahaan yang menghadiri peluncuran Program Magang Nasional di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan hari ini, Senin (20/10) menyerap 5-10 peserta magang.
Yassierli mengaku membatasi jumlah peserta magang per perusahaan maksimum 30 orang. Menurutnya, kuota tersebut akan dihapus untuk mencapai target penyerapan peserta gelombang kedua Magang Nasional sejumlah 80 ribu orang pada pertengahan November 2025.
Walau demikian, Yassierli menekankan setiap perusahan harus tetap menyediakan seorang mentor untuk setiap 15 peserta magang.
"Pembukaan kuota peserta magang akan disesuaikan dengan besarnya perusahaan. Kalau jumlah karyawan dalam sebuah perusahaan mencapai ribuan, kami akan buka lebih banyak," katanya.
