Kemenhub Sebut 30% Gaji Warga Sekitar Jakarta Habis untuk Transportasi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan 30% dari total gaji atau pendapatan masyarakat sekitar Jakarta dihabiskan untuk transportasi. Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Muiz Thohir, menilai dengan kondisi ini Indonesia perlu mewujudkan transportasi umum yang lebih terjangkau.
Selain wilayah sekitar DKI Jakarta, hal serupa juga terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Universitas Mulawarman, sebanyak 50% pendapatan masyarakat dihabiskan untuk transportasi. Kondisi ini disebabkan belum tersedianya transportasi publik yang memadai di daerah tersebut.
“Jadi mungkin ini tantangan yang harus dibereskan. Ketika pendapatan masyarakat banyak digunakan untuk transportasi, nanti berdampak pula sampai ke kemiskinan dan seterusnya,” kata Muiz dalam konferensi pers di Kemenhub, Kamis (23/10).
Pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan perhatian terhadap masalah angkutan umum. Kemendagri merupakan kementerian yang membina pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi di seluruh Indonesia.
“Ini juga terkait dengan bagaimana alokasi anggaran yang akan dialokasikan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk transportasi publik. Kami sudah secara intens berkoordinasi dengan teman-teman di Kemendagri untuk mendorong kepentingan transportasi publik,” ujarnya.
Survei JakPat: 38% Warga Gunakan Transportasi Umum
Dikutip dari Databoks, laporan survei JakPat pada September 2024 menunjukkan bahwa dari sekitar 2.300 orang yang disurvei, sebanyak 38% di antaranya menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.
Di kelompok pengguna transportasi umum tersebut, mayoritas atau 54% mengeluarkan ongkos di bawah Rp250 ribu per bulan. Sebanyak 30% mengeluarkan ongkos antara Rp250 ribu–Rp500 ribu, 13% menghabiskan Rp500 ribu–Rp1 juta, dan 3% menghabiskan Rp1 juta–Rp2,5 juta per bulan.
Survei ini juga menemukan bahwa mayoritas responden menggunakan transportasi umum untuk berhemat (42%). Alasan lainnya adalah dapat menikmati pemandangan (37%), tidak perlu parkir (37%), menghemat tenaga (36%), dan bisa melakukan aktivitas lain selama perjalanan (36%).
Survei JakPat melibatkan 2.299 responden, yang kemudian dikerucutkan menjadi 870 responden pengguna transportasi umum. Responden terdiri dari 53% laki-laki dan 47% perempuan.
Mayoritas berada di Pulau Jawa (52%), sekitar Jakarta (31%), dan luar Pulau Jawa (17%). Responden didominasi oleh generasi milenial sebanyak 41%, gen Z 37%, dan gen X 22%.
