Chandra Asri Siap Benamkan Investasi Rp16,6 Triliun di Asia Tenggara
Chandra Asri Group menyiapkan investasi senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun untuk mempercepat transformasi energi dan memperkuat bisnis terintegrasi di Asia Tenggara.
Group Chief Financial Officer & Deputy Chief Executive Officer PT Chandra Asri Pacific Tbk & Aster Chemicals and Energy Pte Ltd Singapura, Andre Khor mengatakan langkah tersebut menandai fase baru bagi perusahaan setelah mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore, kompleks kilang dan petrokimia di Pulau Bukom. Melalui investasi ini, perusahaan berencana melakukan rejuvenasi aset dan integrasi hilir dengan fasilitas yang dimiliki di Indonesia.
“Investasi ini bukan hanya ekspansi, melainkan transformasi. Kami menanamkan US$1 miliar untuk membangun platform pertumbuhan berkelanjutan di Singapura, Indonesia, dan Asia Tenggara,” ujarnya, dalam forum Singapore International Energy Week (SIEW) 2025.
Andre mengatakan Chandra Asri kini beroperasi dengan tiga pilar utama yakni energi, petrokimia, dan infrastruktur. Di sektor energi, perusahaan mengelola kapasitas pengilangan gabungan lebih dari 300 ribu barel per hari. Ini termasuk hasil dari akuisisi kilang Shell Bukom dan pembelian jaringan SPBU ExxonMobil di Singapura.
Di pilar petrokimia, Chandra Asri mengoperasikan dua kompleks cracker di Singapura dan Indonesia, yang memproduksi lebih dari 10 juta ton bahan baku petrokimia seperti polietilena dan polipropilena. Sementara di bidang infrastruktur, perusahaan berinvestasi di sektor pelabuhan, energi, air, dan logistik untuk memperkuat konektivitas bisnis dan menciptakan sumber pendapatan baru.
Meski industri minyak dan petrokimia global tengah menghadapi tekanan margin akibat kelebihan pasokan, Chandra Asri optimistis terhadap prospek jangka panjang sektor ini. Perusahaan memperkirakan margin kilang akan mulai pulih pada 2027–2028, seiring peningkatan konsumsi energi di Asia Tenggara.
“Permintaan energi di kawasan masih tumbuh, terutama dari transportasi dan industri. Kami fokus membangun ketahanan jangka panjang melalui efisiensi, dekarbonisasi, dan inovasi teknologi,” kata perwakilan Chandra Asri.
Selain investasi pada efisiensi operasional dan integrasi rantai pasok, perusahaan juga menyiapkan proyek transisi energi seperti sistem turbin gas 50 MW dan program penurunan emisi di fasilitas produksinya. Dengan lebih dari 1.600 tenaga kerja di Singapura dan 2.400 di Indonesia, Chandra Asri menargetkan pembentukan ekosistem industri terintegrasi lintas negara. Model ini memungkinkan bahan baku yang diolah di Singapura dikonversi menjadi produk hilir di Indonesia, menciptakan nilai tambah di setiap tahap produksi.
