ICDX Bidik Masyarakat dan Mahasiswa untuk Beli Sertifikat Energi Terbarukan

Andi M. Arief
2 Januari 2026, 13:22
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esty Widya Putri meresmikan pasar perdagangan Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), di Jakarta, pada Rabu (9/7).
Dok. Kemendag
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esty Widya Putri meresmikan pasar perdagangan Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), di Jakarta, pada Rabu (9/7).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Berjangka Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) berencana menjadikan sertifikat energi terbarukan atau REC sebagai komoditas utama pada tahun ini. Bukan hanya industri, bursa akan mulai memasarkan REC ke masyarakat umum dan mahasiswa.

Nilai transaksi REC di ICDX selama sembilan bulan terakhir tahun lalu mencapai Rp 1,84 miliar. Dengan kata lain, nilai beli REC di ICDX hampir 60% lebih murah dibandingkan PLN atau hanya Rp 20.676 per lembar.

Karena itu, ICDX berniat menyasar mahasiswa sebagai pembeli REC. "Kami akan mengkampanyekan pembelian REC pada masyarakat umum dan mahasiswa sebagai bentuk rasa memiliki lingkungan dari sedini mungkin," kata Direktur ICX Nursalam di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (2/1).

REC sebelumnya hanya dijual oleh PLN melalui aplikasi maupun laman resmi. ICDX mencatat baru menjual sekitar 44.495 lembar REC sejak resmi memiliki izin pada Maret 2025.

Skema penjualan REC di ICDX dan PLN tidak jauh berbeda. Setiap lembar REC setara dengan 1 megawatt hour atau MWh. PLN menetapkan harga REC yang dijualnya senilai Rp 35 ribu per lembar.

Nursalam mengatakan pasar REC di bursa masih didominasi oleh penjual REC, yaitu perusahaan pembangkit listrik. Adapun pembeli REC di bursa baru diminati perusahaan menengah, seperti bank, pabrik manufaktur, ritel modern, dan eksportir furnitur.

"Saya berharap perusahaan-perusahaan besar bisa terpicu juga untuk membeli REC di bursa, seperti PT Freeport Indonesia dan pabrik milik Astra Group yang memproduksi kendaraan," katanya.

Berdasarkan data PLN, penjualan REC telah mencapai 2,68 juta MWh atau naik 14% secara tahunan pada paruh pertama tahun lalu. Dengan kata lain, pendapatan PLN dari penjualan REC pada Januari-Juni 2025 telah mencapai Rp 94,11 miliar.

PLN telah menjual 13,68 juta lembar REC sejak 2020 hingga Juni 2025. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan REC merupakan salah satu upaya PN dalam memberikan solusi bagi sektor industri dan bisni untuk memiliki pasokan listrik hijau yang andal dan terjangkau. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...