Pemerintah Bangun 15 Ribu Rumah Bagi Korban Bencana Sumatera, Ini Sebarannya

Mela Syaharani
2 Januari 2026, 14:29
Alat berat yang dikerahkan pemerintah membersihkan lokasi dari material yang menimbun halaman dan bangunan Masjid Al Taqwa di Lampahan Timur, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebu
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.
Alat berat yang dikerahkan pemerintah membersihkan lokasi dari material yang menimbun halaman dan bangunan Masjid Al Taqwa di Lampahan Timur, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebutkan sebanyak 287 unit rumah ibadah di 17 kabupaten/kota mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah berencana membangun 15 ribu hunian atau rumah bagi masyarakat terdampak bencana Pulau Sumatera. Pembangunan ini dilakukan melalui Danantara Indonesia. 

Jumlah 15 ribu hunian ini dibangun di tiga provinsi terdampak. Pembangunan rumah di Aceh akan dibangun 12 ribu unit, Sumatera Utara kurang lebih 2000 unit dan Sumatera Barat 500 unit.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan hunian ini dibangun di atas lahan PTPN yang telah melalui proses pembersihan lahan (land clearing). Setiap unitnya memiliki luas sekitar 22 meter persegi, dengan ukuran kurang lebih 4,5 x 4,5 meter sehingga memenuhi standar hunian layak.

Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas dasar penunjang. Meliputi tempat tidur, kipas angin, lemari, akses jaringan internet, serta sambungan listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga.

Kawasan rumah Danantara juga dilengkapi dengan ruang komunal yang dapat digunakan bersama oleh para penghuni. Mulai dari dapur bersama, toilet, taman bermain anak, serta mushola sebagai sarana ibadah dan interaksi sosial masyarakat.

Pemerintah menargetkan 15 ribu hunian ini bisa terbangun dalam tiga bulan.  Pada tahap awal, jumlah hunian yang dibangun sebanyak 600 unit. Lokasinya terletak di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang sudah dimulai sejak 24 Desember 2025. 

Pemerintah berencana menyerahkan 600 unit rumah ini pekan depan. "Rumah Hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah," ujar Rosan dikutip dari Antara, Jumat (2/1).

Selain rumah, pemerintah juga akan menyerahkan taman bermain, jaringan wifi, dapur umum sebanyak 14 unit, serta toilet dan kamar mandi 120 unit.

Berdasarkan keterangan Kementerian Sekretariat Negara, rumah ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi para warga terdampak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.

Pemerintah memprioritaskan ketersediaan hunian yang layak agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari. 

Pembangunan rumah hunian Danantara tahap pertama ini merupakan hasil kolaborasi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...