Mentan Klaim Harga Pangan Stabil Selama Lebaran, Stok Beras hingga Ayam Surplus
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang dan selama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebut panen raya yang terjadi di berbagai daerah menjadi faktor utama meningkatnya stok pangan nasional sehingga harga tetap terkendali.
Dari pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, harga berbagai kebutuhan pokok terpantau stabil dan stok tersedia cukup. Amran mengatakan, keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan merupakan hasil kerja bersama dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.
“Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3).
Untuk komoditas beras, Amran menjelaskan posisi stok nasional saat ini sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Perum Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton, sedangkan beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton.
Secara total, kekuatan stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan. Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan karena panen raya terjadi di berbagai daerah pada Februari hingga April 2026.
“Produksi meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari, Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Amran.
Amran menyebut, kondisi beras nasional saat ini berada dalam posisi surplus. Hal ini mengacu pada data kebutuhan beras nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton.
Berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya selain. beras juga mencetak surplus.
Cabai rawit tercatat surplus sekitar 105 ribu ton, daging ayam surplus sekitar 727 ribu ton, dan bawang merah surplus sekitar 57 ribu ton. Surplus produksi cabai pada Maret juga membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar. Amran mengatakan, stabilitas harga sangat bergantung pada produksi dan kelancaran distribusi pangan dari hulu hingga hilir.
“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Amran.
Ia menambahkan pemerintah harus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak merugi dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.
“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” kata dia.
