Kunjungan ke Mal Saat Lebaran Naik 12%, Puncaknya pada Hari Kedua

Kamila Meilina
25 Maret 2026, 12:17
mal, lebaran, apbi. pusat perbelanjaan
ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/Spt.
Pengunjung menggunakan eskalator di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Senin (4/3/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melaporkan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal pada periode Idulfitri 2025 meningkat hingga 12% dibandingkan tahun sebelumnya. APBI mengatakan puncak kunjungan terjadi pada hari kedua Lebaran. 

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan, tren kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai meningkat sejak hari pertama Idul Fitri dan mencapai puncaknya pada hari kedua Lebaran. 

“Tren kunjungan ini diperkirakan akan terus terjadi sampai dengan akhir pekan ini,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Rabu (24/3). 

Berdasarkan data sementara, rata-rata pertumbuhan tingkat kunjungan pusat perbelanjaan selama periode Lebaran tahun ini berada di angka 11% hingga 12% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan kunjungan tersebut sejalan dengan momentum konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Meski demikian, Alphonzus mengatakan tren penjualan ritel di Indonesia biasanya akan berbeda setelah Idul Fitri. Dia memperkirakan triwulan kedua dan ketiga akan menjadi periode low season yang cukup panjang dan berpotensi mengalami tekanan lebih dalam akibat dampak kondisi global, termasuk perang di Timur Tengah.

Dia menyarankan pemerintah memprioritaskan pasar dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap kondisi global serta meminimalkan dampaknya terhadap sektor ritel dan konsumsi domestik.

Sebelumnya, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia menargetkan nilai transaksi ritel selama periode Lebaran 2026 dapat menembus lebih dari Rp 50 triliun. Target tersebut didorong berbagai program promosi serta kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Hippindo Fetty Kwartati mengatakan salah satu program yang mendorong pencapaian target tersebut adalah program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. zProgram ini adalah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha pusat perbelanjaan.

“Untuk target penjualan program BINA Lebaran ini sekitar Rp50 triliun lebih. Diprediksi meningkat 10–15% dari tahun sebelumnya karena kolaborasi antar kementerian, pengusaha, dan pemerintah,” ujarnya.

Fetty mengatakan Ramadan dan Lebaran secara historis memang menjadi pendorong konsumsi rumah tangga. Selain faktor tunjangan hari raya (THR), peningkatan aktivitas seperti buka puasa bersama dan kegiatan silaturahmi juga turut mendorong peningkatan belanja masyarakat.

Dari sisi pusat perbelanjaan, pelaku usaha ritel menargetkan dua indikator utama selama periode Lebaran, yaitu nilai transaksi penjualan dan jumlah kunjungan atau traffic pengunjung pusat perbelanjaan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...