Bahlil Ungkap Alasan Harga LPG Non Subsidi Naik, Bantah Adanya Kelangkaan

Mela Syaharani
20 April 2026, 16:43
Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 12 kilogram di distributor gas nonsubsidi di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (20/4/2026). PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kg dari Rp 90 ribu me
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 12 kilogram di distributor gas nonsubsidi di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (20/4/2026). PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kg dari Rp 90 ribu menjadi Rp 107 ribu per tabung dan LPG ukuran 12 kg dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu per tabung.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan harga liquified petroleum gas (LPG) naik karena menyesuaikan harga pasar. Pemerintah sendiri memang tidak mengatur pergerakan barang yang bukan subsidi.

“Memang tidak kami atur harganya, menyesuaikan pasar. Tapi kalau dibilang stok LPG langka saya pikir (posisi saat ini) berada di atas standar minimum nasional,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (10/4).

Bahlil menjelaskan, ada dua jenis LPG yanh dipasarkan ke masyarakat, yakni LPG subsidi dan non-subsidi. LPG subsidi memiliki bobot 3 kg, sementara LPG non-subsidi beratnya 5,5 kg dan 12 kg.

PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu per tabung. Kenaikan harga LPG ini merupakan yang pertama sejak 2023.

Dia menyebut LPG non-subsidi ini dipakai oleh industri, restoran, dan hotel. Meski naik, Bahlil mengatakan harganya masih berpeluang untuk turun jika harga gas dunia juga turun.

“Pasti (ada peluang turun), memang ada formulasinya. Dulu (harga LPG) ikut harga Saudi Aramco, jadi kalau dunia turun pasti dia juga ikut turun,” ujarnya.

Dia menegaskan kenaikan harga ini tidak berlaku untik LPG subsidi. Tabung gas berwarna hijau ini belum pernah mengalami perubahan harga sejak diluncurkan pada 2007 silam.

Bahlil mengatakan jika ada perubahan harga LPG subsidi mana itu dimainkan oleh distributor dan pangkalan.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional. Dan harganya tidak ada kenaikan. Flat,” ucapnya.

Harga LPG Non-Subsidi Naik

Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga Rp 228 ribu untuk LPG 12 kg berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan provinsi lainnya mengalami penyesuaian harga berdasarkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing.

Harga LPG nonsubsidi jenis 5,5 kg juga naik 18,89% dari Rp 90 ribu per tabung menjadi Rp 107 ribu per tabung. Hari ini berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. 

Harga LPG 5,5 kg juga mengalami penyesuaian harga di wilayah lainnya berdasarkan biaya distribusi, yang mulai berlaku per 18 April 2026.

Penyesuaian harga LPG nonsubsidi ini merupakan kali pertama sejak November 2023. Pada November 2023, Pertamina menurunkan harga LPG 12 kg sebesar Rp 12.000 menjadi Rp 192.000 per tabung

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...