BytePlus Soroti Pentingnya Pendekatan Praktis dalam Akselerasi Adopsi AI

Ratu Monita
Oleh Ratu Monita - Tim Publikasi Katadata
21 April 2026, 18:53
Leon Chen, Regional Lead of BytePlus for Indonesia and Malaysia soroti pentingnya pendekatan praktis untuk adopsi AI
Katadata/Fauza
Leon Chen, Regional Lead of BytePlus for Indonesia and Malaysia dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi bagian dari transformasi di berbagai sektor bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, AI tidak hanya menjadi inovasi baru, tetapi juga mulai diadopsi untuk menjawab tantangan produktivitas dan efisiensi kerja di berbagai sektor. 

Laporan Indonesia AI Report 2025 dari Populix menunjukkan sekitar 45% perusahaan di Indonesia telah aktif mendorong penggunaan AI, dengan sektor digital dan media menjadi yang paling progresif, mencapai sekitar 55%.

Dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026 bertajuk “AI in Action”, Leon Chen, Regional Lead of BytePlus for Indonesia and Malaysia menekankan bahwa di tengah tren tersebut, pendekatan implementasi menjadi faktor krusial. Adopsi AI tidak cukup hanya berbasis transformasi, tetapi perlu didorong oleh solusi yang konkret.

Di tengah meningkatnya adopsi, kebutuhan akan AI juga semakin didorong oleh tekanan produktivitas. Microsoft Work Trend Index 2025 mengungkapkan bahwa 80% karyawan dan pemimpin perusahaan merasa kekurangan waktu dan energi untuk menyelesaikan pekerjaan, sementara 53% pemimpin masih melihat adanya kebutuhan peningkatan produktivitas. Bahkan, 82% pemimpin perusahaan menyatakan AI menjadi bagian dari rencana untuk menjawab tantangan tersebut.

Dalam konteks ini, transformasi teknologi tidak lagi sekadar wacana, melainkan langkah strategis yang perlu diambil pelaku usaha. Pendekatan berbasis solusi menjadi kunci agar implementasi AI dapat relevan dengan kebutuhan bisnis yang beragam.

Sebagai penyedia solusi teknologi, BytePlus menyoroti bahwa AI tidak hanya relevan untuk sektor tertentu, tetapi bisa dimanfaatkan untuk di berbagai industri.

 “AI sudah mengubah kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, tetapi juga membantu manusia fokus pada tugas yang memiliki nilai lebih tinggi,” ujar Leon Chen dalam forum yang diadakan di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Leon Chen menambahkan, pemanfaatan AI dapat diterapkan lintas sektor, mulai dari media dan kreator konten, e-commerce, pendidikan, kesehatan, hingga industri keuangan. Dalam praktiknya, teknologi ini dapat digunakan untuk menyederhanakan proses produksi konten, mengelola katalog produk, hingga meningkatkan layanan pelanggan melalui otomatisasi.

Isu aksesibilitas juga menjadi sorotan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Di pasar seperti Indonesia yang sensitif terhadap biaya, kebutuhan akan solusi yang efisien dan tidak membutuhkan investasi besar menjadi semakin penting agar adopsi AI tidak terbatas pada perusahaan besar saja.

Menanggapi hal ini, Leo menekankan bahwa nilai menjadi faktor utama dalam keputusan adopsi teknologi. “Harga memang menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Yang terpenting adalah nilai tambah terhadap produktivitas. Jika perusahaan melihat manfaatnya, mereka tidak akan ragu untuk mengadopsi AI,” ungkap Leon Chen.  

Di samping itu, Leo juga menekankan pentingnya peran manusia dalam memastikan penggunaan AI tetap optimal dan dapat dipercaya. “AI tidak bisa berjalan sendiri. Tetap dibutuhkan sentuhan manusia sebagai gatekeeper untuk memastikan hasilnya akurat, sesuai, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Tak bisa dipungkiri, implementasi AI tetap diiringi sejumlah tantangan. Risiko seperti bias, hingga fenomena “hallucination” dalam sistem AI menjadi perhatian, khususnya ketika teknologi digunakan dalam fungsi strategis perusahaan. Selain itu, potensi penyalahgunaan seperti deepfake dan serangan siber juga menjadi isu yang perlu diantisipasi.

Dalam forum ini, Leo menekankan bahwa strategi mitigasi risiko harus berjalan seiring dengan adopsi teknologi. Penggunaan AI yang bertanggung jawab menjadi penting untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Transformasi AI juga membawa perubahan pada dunia kerja. Terkait hal ini, Leon menilai bahwa AI tidak akan menggantikan peran manusia, melainkan mendorong peningkatan keterampilan dan adaptasi tenaga kerja. 

“AI tidak akan menggantikan pekerjaan manusia, tetapi akan mendorong individu untuk meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan teknologi secara optimal,” tutur Leon.

Melalui pendekatan yang lebih strategis dan aplikatif, Leon menegaskan BytePlus akan terus mendukung ekosistem bisnis untuk mengadopsi AI secara lebih efektif, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat daya saing di era digital.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...