Menperin Genjot Ekspor Manufaktur, 80% Produksi Masih Diserap Domestik

Kamila Meilina
5 Mei 2026, 13:27
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan ekspor produk manufaktur dengan mendorong perubahan struktur output industri nasional yang selama ini masih didominasi pasar domestik.

Agus mengatakan, sektor manufaktur memiliki peran krusial sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) terus meningkat, bahkan pertumbuhannya sempat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun lalu. Kondisi itu merupakan capaian pertama dalam 14 tahun terakhir.

“Ini menunjukkan sektor manufaktur merupakan sektor terpenting bagi perekonomian,” ujarnya usai pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Dalam upaya memperkuat peran tersebut, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Keuangan telah membahas berbagai kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan. Pembahasan ini mencakup penyusunan kebijakan stimulus dan insentif untuk mempercepat pertumbuhan sektor manufaktur.

Agus juga mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang telah membentuk tim debottlenecking guna mengidentifikasi dan mengurai hambatan industri, tidak hanya di sektor manufaktur tetapi juga sektor usaha lainnya.

“Kami bedah berbagai macam kendala yang dihadapi pelaku usaha, kemudian dicarikan jalan keluarnya,” kata dia.

Agus menyoroti pentingnya meningkatkan ekspor manufaktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 75% hingga 80% ekspor nasional berasal dari produk manufaktur. Namun, jika dilihat dari sisi output industri, sebagian besar masih diserap oleh pasar domestik.

“Output manufaktur kita selama ini rata-rata hanya 20% yang diekspor, 80% diserap di dalam negeri,” ujarnya.

Struktur tersebut berbeda dibandingkan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memiliki porsi ekspor manufaktur lebih besar. Karena itu, pemerintah ingin mendorong peningkatan ekspor tanpa mengorbankan pasar domestik.

“Kita perlu melihat kemungkinan meningkatkan ekspor tanpa mengurangi porsi domestik dan tetap melindungi pasar dalam negeri,” kata Agus.

Ia mengatakan, perubahan rasio tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan ekspansi ke pasar global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...