Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun, Didominasi Sektor Mineral

Kamila Meilina
17 Juli 2026, 17:34
investasi, hilirisasi, mineral
Harita Nickel
Smelter nikel milik Harita Nikel.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Program hilirisasi masih menjadi salah satu penggerak utama investasi di Indonesia. Sepanjang semester I 2026, hampir sepertiga dari total realisasi investasi nasional berasal dari proyek-proyek hilirisasi, menunjukkan tingginya minat investor terhadap pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5% dari target investasi tahun ini senilai Rp 2.041,3 triliun. Nilai itu tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, investasi hilirisasi masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) yang mencapai Rp 212,8 triliun atau 70,9% dari total investasi hilirisasi. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 87,3 triliun atau sekitar 29,1%.

Dari sisi sektor usaha, investasi hilirisasi masih didominasi industri pengolahan mineral dengan total mencapai Rp 206,5 triliun. Komoditas yang paling banyak menyerap investasi meliputi:

  • Nikel: Rp 71 triliun
  • Bauksit: Rp 53,8 triliun
  • Tembaga: Rp 37,4 triliun
  • Besi baja: Rp 30,2 triliun
  • Pasir silika: Rp 5,9 triliun
  • Komoditas mineral lainnya: Rp 8,2 triliun 

Selain mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor lain, yakni:

  • Perkebunan dan kehutanan: Rp 54,4 triliun
  • Minyak dan gas bumi: Rp 35,4 triliun
  • Perikanan dan kelautan: Rp 3,8 triliun 

Lima provinsi dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar pada Semester I 2026 adalah:

  • Sulawesi Tengah: Rp 56,1 triliun
  • Maluku Utara: Rp 53,9 triliun
  • Jawa Barat: Rp 25,8 triliun
  • Nusa Tenggara Barat: Rp 23,5 triliun
  • Jawa Timur: Rp 17,5 triliun 

“Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi di dunia, alhamdulillah komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia ini masih in line dengan target yang dicanangkan,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis (16/7).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...