Investasi Rp 5,8 Triliun Masuk, Aprisindo Sebut Industri Alas Kaki Terus Tumbuh

Kamila Meilina
7 Agustus 2026, 11:01
industri, industri alas kaki, investasi, Aprisindo
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Pekerja menata sepatu produksi Sentra Sepatu Cibaduyut pada Festival Sentra Industri di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat industri alas kaki nasional terus menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026. Pertumbuhan industri alas kaki didorong oleh meningkatnya permintaan, baik dari pasar dalam negeri maupun ekspor, serta didukung iklim investasi yang masih kuat.

Berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB), industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 11,30% secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I yang sebesar 5,28%.

Sekretaris Jenderal Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan pertumbuhan dua digit itu menunjukkan industri alas kaki Indonesia masih mampu berkembang meski dunia usaha menghadapi tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga pelemahan daya beli masyarakat.

"Ini menjadi modal penting untuk menjaga investasi dan memperluas penyerapan tenaga kerja," ujar Billie dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (7/8). 

Optimisme pelaku usaha juga didukung tingginya realisasi investasi di industri kulit dan alas kaki. Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor ini mencapai Rp25,83 triliun, naik hampir 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada triwulan I 2026, investasi industri kulit dan alas kaki bertambah sebesar Rp5,83 triliun untuk memperluas kapasitas produksi, membeli mesin baru, dan mengembangkan fasilitas pabrik.

Selain investasi, penyerapan tenaga kerja juga terus bertambah. Hingga Februari 2026, industri kulit dan alas kaki mempekerjakan sekitar 966 ribu orang, atau naik sekitar 45 ribu pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar merupakan pekerja formal.

"Industri alas kaki merupakan industri padat karya. Ketika pesanan meningkat, produksi ikut naik dan kebutuhan tenaga kerja juga bertambah. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat," kata Billie.

Permintaan dari pasar domestik juga masih tumbuh. Konsumsi rumah tangga untuk kelompok sandang, termasuk pakaian dan alas kaki, mencapai Rp103,72 triliun pada triwulan II 2026 atau naik 3,52% dibandingkan tahun lalu.

Ekspor Alas Kaki Jadi Salah Satu Penyumbang Surplus Perdagangan RI

Di pasar ekspor, kinerja industri juga tetap kuat. Nilai ekspor alas kaki Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$7,98 miliar, naik 9,54% dibandingkan 2024. Pada Januari–Maret 2026, alas kaki menjadi salah satu penyumbang terbesar surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, dengan nilai sekitar US$1,49 miliar.

Billie mengatakan peluang ekspor masih terbuka lebar selama industri mampu menjaga kualitas produk, produktivitas, dan ketepatan pengiriman.

Aprisindo juga menilai momentum pertumbuhan ini perlu dijaga melalui dukungan kebijakan pemerintah, seperti memperluas akses pasar ekspor, memperbaiki efisiensi logistik, memastikan pasokan bahan baku, mempercepat modernisasi mesin, serta memperketat pengawasan terhadap produk impor ilegal.

Selain itu, asosiasi berharap penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) dan upaya menurunkan tarif produk Indonesia di Amerika Serikat dapat meningkatkan daya saing industri alas kaki nasional.

"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kami yakin industri alas kaki akan terus tumbuh pada semester II 2026, sekaligus meningkatkan ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja," ujar Billie.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...