MR D.I.Y. (MDIY) Gandeng Industri Seprai Lokal, Dongkrak Penjualan Kintakun 150%

Kamila Meilina
10 Agustus 2026, 15:50
Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun, Vincent Saputra dan Deputy Head of Purchasing MR.D.I.Y. Indonesia, Natalia Hana Refinawati di kantor Kintakun, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8)
Katadata/Kamila Meilina
Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun, Vincent Saputra dan Deputy Head of Purchasing MR.D.I.Y. Indonesia, Natalia Hana Refinawati di kantor Kintakun, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia memperkuat kemitraan dengan pemasok lokal melalui kolaborasi dengan brand bedding PT Subur Anugerah Sentosa (Kintakun). Kerja sama itu turut mendorong pertumbuhan penjualan Kintakun melalui jaringan MR.D.I.Y.

Deputy Head of Purchasing MR.D.I.Y. Indonesia Natalia Hana Refinawati mengatakan pengembangan pemasok lokal menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun kemitraan jangka panjang.

"Kami ingin membantu supplier lokal bisa bertumbuh dan berkembang, dan juga ingin bermitra untuk jangka panjang," ujar Natalia dalam sesi media briefing di kantor Kintakun, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8). 

Ia mengatakan MR.D.I.Y. saat ini telah bekerja sama dengan ratusan pemasok lokal. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai transaksi pembelian dari mitra pemasok lokal pada 2025 mencapai sekitar Rp949 miliar.

Dari sisi ekspansi, MR.D.I.Y. saat ini telah memiliki lebih dari 1.300 toko di Indonesia. Perusahaan menargetkan penambahan 270 toko baru sepanjang tahun ini.

MR.D.I.Y. disebutnya terus meningkatkan jumlah pemasok lokal serta memastikan pertumbuhan produk lokal di jaringan tokonya terus bertambah dari tahun ke tahun. Salah satunya lewat produk home living dan bedding, Kintakun. 

Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun Vincent Saputra mengatakan penjualan Kintakun melalui MR.D.I.Y. mengalami pertumbuhan hingga 150% dalam periode terakhir.

Menurut Vincent, pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan distribusi, kolaborasi, serta pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Dari pengembangan cukup pesat dari tahun lalu ke tahun ini, kalau dari peningkatan kemarin kita review tercatat 150% perkembangan penjualannya," kata Vincent.

Kemitraan ini dimulai sejak 2024, dengan produk awal yang dipasarkan meripakan sprei reguler motif minimalis. Dari penjalanan kemitraan itu, Kintakun mencatat penjualan melalui MR.D.I.Y meningkat hingga 2,5x lipat. 

Salah satu strategi kolaborasi ini, Kintakun dan MR.D.I.Y. mengembangkan produk eksklusif yang hanya tersedia di jaringan ritel tersebut. Beberapa produk yang dikembangkan antara lain Kintakun Light Plain Series serta produk dengan motif geometris, minimalis, dan abstrak.

Melalui jaringan toko MR.D.I.Y. Indonesia, produk Kintakun juga memperoleh akses untuk menjangkau konsumen di lebih banyak wilayah di Indonesia. Kerja sama ini sekaligus membantu Kintakun memahami kebutuhan konsumen dengan karakter pasar yang lebih beragam.

Menurut Vincent, inovasi produk menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan penerimaan konsumen terhadap produk Kintakun di jaringan MR.D.I.Y.

"Produk-produk baru yang memang eksklusif hanya ada di MR.D.I.Y. so far bekerja dengan baik, bisa diterima pelanggan juga cukup baik," ujarnya.

Selain itu, Kintakun mencatat penjualan lebih dari 250.000 pieces melalui MR.D.I.Y. dalam setahun terakhir. Vincent mengatakan kontribusi kanal MR.D.I.Y. terhadap penjualan Kintakun cukup signifikan.

Kerja sama tersebut sekaligus membantu Kintakun memperluas distribusi produknya ke berbagai wilayah Indonesia. Vincent menilai jaringan MR.D.I.Y. yang telah mencapai lebih dari 1.300 toko memberikan peluang besar bagi brand lokal untuk menjangkau konsumen di luar kota-kota besar.

Pertumbuhan bisnis Kintakun tercatat memberikan dampak pada masyarakat di sekitar lokasi operasional perusahaan. Saat ini, Kintakun mempekerjakan lebih dari 100 karyawan dengan hampir 60% di antaranya berasal dari masyarakat di sekitar pabrik yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...