Produksi Gula Thailand Diprediksi Anjlok 17%, Pasokan Global Berpotensi Turun

Kamila Meilina
8 September 2026, 15:07
gula, Thailand, El Nino
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Pekerja melakukan bongkar muat gula kristal putih impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/4/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Produksi gula Thailand diperkirakan turun hingga 17% pada musim produksi 2026-2027. Penurunan ini berpotensi memperketat pasokan gula dunia karena terjadi ketika sejumlah negara produsen gula utama juga menghadapi cuaca kering.

Menurut laporan Bloomberg, Selasa (8/9), Direktur Thai Sugar Millers Corp Rangsit Hiangrat memperkirakan produksi gula Thailand akan turun di bawah 10 juta ton pada musim yang dimulai Oktober 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi musim sebelumnya yang mencapai sekitar 12 juta ton.

Thailand merupakan salah satu eksportir gula terbesar di dunia. Penurunan produksi terjadi ketika fenomena El Nino semakin kuat dan berpotensi membawa kondisi lebih kering ke sejumlah wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Kondisi itu mulai memengaruhi pasar gula global. Harga kontrak berjangka gula di New York naik lebih dari 20% pada Agustus 2026, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak 2010.

Cuaca Kering Tekan Produksi

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Thailand bagian timur laut. Wilayah tersebut menyumbang sekitar 45% produksi gula Thailand, tetapi curah hujannya tahun ini lebih rendah dibandingkan wilayah lain.

Selain faktor cuaca, harga singkong yang relatif lebih tinggi juga berpotensi mendorong petani Thailand mengganti tanaman tebu dengan singkong. Kondisi ini dapat semakin menekan produksi tebu dan gula negara tersebut.

Tekanan pasokan juga terjadi di India, salah satu produsen gula utama dunia. Curah hujan selama musim monsun di India tercatat lebih rendah dari kondisi normal.

Organisasi Gula Internasional atau International Sugar Organization memperkirakan pasar gula dunia akan mengalami defisit sekitar 260 ribu ton pada musim produksi mendatang. Defisit tersebut salah satunya dipengaruhi oleh dampak El Nino terhadap produksi di Asia.

Produksi gula Thailand sebenarnya pernah mencapai lebih dari 14,5 juta ton pada musim 2017-2018 dan 2018-2019. Namun, produksinya kemudian cenderung lebih rendah dan rata-rata berada di sekitar 10 juta ton per musim.

Produksi tersebut berasal dari sekitar 90 juta-100 juta ton tebu. Dengan proyeksi produksi di bawah 10 juta ton pada musim 2026-2027, pasokan dari Thailand diperkirakan semakin terbatas. Jika kondisi kering juga terus menekan produksi negara produsen lainnya, risiko defisit gula global dapat semakin besar.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...