Starbucks Tutup 250 Gerai di AS, Ada Apa?

Kamila Meilina
28 September 2026, 09:20
Starbucks
Arief Kamaludin|KATADATA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raksasa kedai kopi Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di wilayah Amerika Serikat (AS). Penutupan merupakan bagian dari upaya perusahaan memperbaiki kinerja bisnis, dengan menyasar gerai yang dinilai memiliki kinerja di bawah target. 

Secara total, penutupan ratusan gerai itu setara sekitar 1% dari lebih 18.000 gerai Starbucks di kawasan Amerika Utara, yang menjadi lokasi utama restrukturisasi bisnis. Starbucks menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan peninjauan terhadap jaringan gerainya di Amerika Utara.

COO Starbucks Mike Grams mengatakan sejumlah gerai ditutup karena dinilai tidak mampu memberikan pengalaman yang diharapkan kepada pelanggan dan karyawan. Gerai tersebut juga dinilai tidak memiliki prospek untuk mencapai kinerja keuangan yang baik.

“Kami telah meninjau gerai Starbucks di Amerika Utara dan menemukan sejumlah lokasi yang tidak dapat memberikan pengalaman yang kami inginkan bagi pelanggan dan mitra, atau tidak memiliki prospek kinerja keuangan yang baik,” kata Grams dalam surat kepada karyawan, dikutip dari CNBC, Kamis (24/9).

Penutupan ini merupakan gelombang kedua selama Brian Niccol menjabat sebagai CEO Starbucks. Di bawah kepemimpinannya, Starbucks tengah memperbaiki bisnis di AS dengan fokus meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk interaksi langsung di gerai.

Starbucks memperkirakan penutupan gerai tersebut akan menelan biaya sekitar US$300 juta atau setara Rp5,39 triliun (kurs Rp17.950). 

Sekitar US$200 juta atau Rp3,59 triliun digunakan untuk mengakhiri sewa gerai lebih awal serta membayar pesangon dan kompensasi bagi karyawan. Sementara US$100 juta atau Rp1,79 triliun lainnya merupakan biaya nonkas akibat pelepasan dan penurunan nilai aset gerai.

Melalui penutupan ini, Starbucks ingin menyesuaikan jumlah dan lokasi gerainya agar lebih sesuai dengan potensi bisnis di Amerika Utara.

Selain menutup sejumlah gerai, Starbucks juga memangkas target pembukaan gerai baru untuk tahun fiskal 2026. Perusahaan sebelumnya menargetkan pembukaan bersih sebanyak 600 hingga 650 gerai pada tahun fiskal tersebut. Kini, Starbucks menurunkan proyeksi tersebut menjadi 440 gerai.

Seluruh pertumbuhan bersih itu diperkirakan berasal dari pasar internasional. Starbucks mengatakan masih melihat peluang pertumbuhan jangka panjang di Amerika Utara. Perusahaan juga tetap menyiapkan jaringan gerai baru di kawasan tersebut.

"Perusahaan terus melihat peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan di Amerika Utara dan secara aktif mengembangkan jaringan gerai baru yang kuat," kata Starbucks dalam dokumen regulator.

Sebagian besar penutupan gerai akan dilakukan sebelum akhir tahun fiskal 2026. Tahun fiskal Starbucks berakhir pada akhir September.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...