Kementan Target Tambah 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029, Kejar Swasembada Susu

Kamila Meilina
5 Oktober 2026, 11:24
Peternak memerah susu sapi menggunakan alat perah steril di Peternakan Gumilang, Cipayung, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Pemerintah mempercepat upaya swasembada susu nasional dengan target tercapai pada 2029 melalui penambahan populasi sapi perah dan percep
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/tom.
Peternak memerah susu sapi menggunakan alat perah steril di Peternakan Gumilang, Cipayung, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Pemerintah mempercepat upaya swasembada susu nasional dengan target tercapai pada 2029 melalui penambahan populasi sapi perah dan percepatan implementasi peta jalan pemenuhan susu segar nasional untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu dalam negeri dan mengejar swasembada susu nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah memprioritaskan produksi susu dari peternak dalam negeri. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan impor susu dengan meningkatkan produksi domestik. 

“Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (5/10). 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan produksi susu segar dalam negeri saat ini baru memenuhi sekitar 20% kebutuhan nasional. Karena itu, penambahan populasi sapi perah perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan produktivitas peternak.

“Kita masih membutuhkan penambahan sapi perah dalam jumlah besar. Tetapi yang dibangun bukan hanya populasinya. Produktivitas, kesehatan hewan, pakan, pembiayaan, sampai kepastian penyerapan susu peternak juga harus disiapkan bersama,” ujar Agung. 

Tambahan 600 ribu ekor sapi perah indukan itu diharapkan dapat memperkuat produksi susu nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi tersebut dapat menekan ketergantungan terhadap impor secara signifikan pada 2030.

Untuk mendukung penambahan populasi sapi, sejumlah skema pembiayaab pun disiapkan. Dukungan itu antara lain berupa uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah. Pembiayaan juga dapat menggunakan skema perbankan.

Selain meningkatkan populasi, pemerintah juga menyoroti kepastian penyerapan susu peternak. Agung mengatakan peningkatan produksi harus diikuti kesiapan industri dan pasar agar susu yang dihasilkan peternak dapat terserap.

“Tidak boleh ada susu segar peternak yang tidak terserap. Kalau produksi ditingkatkan, industri dan pasarnya juga harus siap. Peternak perlu mendapat kepastian bahwa susu yang mereka hasilkan memiliki pasar,” ujarnya.

Penyaluran rantai pasok ini salah satunya diupayakan melalui koperasi. 

Misalnya, penyaluran melalui Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur yang saat ini menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah. 

Produksi susu koperasi mencapai sekitar 35 ton susu segar per hari. Koperasi juga mengembangkan produk olahan susu dan menjalin kemitraan penyerapan susu dengan industri.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...