Pemerintah Indonesia telah menghapus batasan kuota impor sapi hidup, dengan tujuan meningkatkan ketersediaan dan produksi daging serta susu untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 985 sapi kurban ke berbagai wilayah di Indonesia untuk Idul Adha 2025, melibatkan peternak lokal dengan skema penyaluran yang terorganisir melalui pemda
Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota impor sapi bakalan sebanyak 184 ribu ekor, total menjadi 534 ribu ekor pada 2025, guna meningkatkan produksi daging sapi domestik.
Pemerintah Indonesia, melalui Kemenko Pangan, menetapkan kebijakan impor daging sapi dan kerbau untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan 2 juta ekor sapi hidup yang datang dari luar negeri bukan impor untuk konsumsi. Menurutnya, sapi hidup impor tersebut merupakan bentuk investasi swasta.
Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menghadapi kendala, karena membutuhkan impor satu juta sapi perah yang memakan 51,76% dari total anggaran program.