12 Orang Tewas dan 309 Terluka dalam Serangan Bandara Riyadh

Tia Dwitiani Komalasari
11 Oktober 2026, 11:06
Cuplikan yang disebut serangan Houthi ke bandara di Arab Saudi
X Megh Updates
Cuplikan yang disebut serangan Houthi ke bandara di Arab Saudi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebanyak 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap Bandara King Khalid di Riyadh. Menyusul serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan "mempertimbangkan" untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam menyerang Houthi dan berencana menghubungi Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (11/10), Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak di wilayah timur Arab Saudi, menurut unggahan juru bicara pasukan koalisi, Turki al-Maliki, di platform X.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan tidak adanya penerbangan yang masuk ke Riyadh sejak tak lama setelah pukul 03.00 waktu setempat pada hari Minggu (00.00 GMT). Hampir semua penerbangan yang dijadwalkan tiba di Riyadh pada hari Minggu tercatat dibatalkan pada situs pelacakan FlightRadar24.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan pada hari Sabtu bahwa operasional di Bandara Internasional Khalid di Riyadh dihentikan sementara menyusul serangan yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.

Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa dugaan serangan Houthi tersebut merupakan "kejahatan perang nyata".

Trump telah mengomentari serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh, dengan mengatakan kepada para wartawan, "Menurut saya, itu mengerikan."

"Pihak Saudi adalah petarung yang tangguh, namun menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan," ujar Presiden AS tersebut.

Koalisi militer pimpinan Saudi menuduh kelompok Houthi Yaman sebagai pihak yang melancarkan serangan pada hari Sabtu itu, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Belum Ada Respons dari Houthi

Pihak Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru terhadap Riyadh tersebut.

Rashad al-Alimi, ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi, menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kepada Arab Saudi menyusul serangan terhadap Bandara King Khalid melalui sebuah unggahan di akun X miliknya.

"Serangan kriminal ini mencerminkan watak teroris yang mendasari perilaku milisi tersebut serta sikap nekat mereka yang mengabaikan nyawa warga sipil dan kepentingan rakyat Yaman, di saat Kerajaan terus menunjukkan sikap persaudaraan yang mulia dalam mendukung perekonomian Yaman dan meringankan penderitaan warga kami," ujarnya.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa agresi terhadap Arab Saudi merupakan "agresi terhadap keamanan, kepentingan, dan masa depan generasi kami".

Al-Alimi menambahkan bahwa tentara pemerintah Yaman dan pasukan yang setia kepadanya akan melanjutkan operasi "Fajar Yaman" (Dawn of Yemen) untuk mengakhiri ancaman Houthi dan memulihkan institusi negara, "apa pun pengorbanan yang mungkin diperlukan".

Kelompok bersenjata Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada tahun 2014 dan kemudian membentuk pemerintahan mereka sendiri. Baru-baru ini, kelompok tersebut bergerak menyapu wilayah pesisir barat Yaman di Laut Merah dan Bab al-Mandeb.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...