Nestlé Teken Komitmen Ekspor Rp10 Triliun dalam 3 Tahun
Nestlé Indonesia berkomitmen mengekspor produk senilai minimal Rp10 triliun selama tiga tahun ke depan melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kerja sama ini juga bertujuan memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia melalui pemberdayaan petani lokal.
President Director Nestlé Indonesia Georgios Badaro mengatakan perusahaan menargetkan ekspor produk jadi lebih dari 50.000 ton hingga akhir 2026. Produk tersebut berasal dari empat pabrik Nestlé di Indonesia dan akan dipasarkan ke lebih dari 30 negara di tiga benua.
”Hari ini, kami mewujudkan pencapaian tersebut melalui pelepasan ekspor Nescafé siap minum (ready-to-drink atau RTD),” kata Georgios acara Trade Expo Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (15/10).
Nestle Indonesia secara resmi melepas ekspor produk kopi Nescafe siap minum secara perdana ke Melbourne, Australia. Selain ke Australia, Nestle juga memasok produk kopinya ke berbagai negara lain.
Produk kopi yang diekspor merupakan salah satu hasil dari pengembangan ekosistem produk kopi Nestle di dalam negeri. Perusahaan telah membina sekitar 12.500 petani kopi di Lampung selama lebih dari 30 tahun.
Program pembinaan petani kopi dilakukan melalui Nescafé Plan. Program ini tidak hanya berfokus pada teknik budi daya, tetapi juga mencakup peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan pendapatan petani.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan kerja sama mencakup peningkatan kapasitas petani dan produktivitas komoditas pertanian agar dapat masuk ke dalam rantai pasok global melalui jaringan Nestlé.
“Inti daripada kerja sama ini adalah komitmen Nestlé untuk melakukan ekspor minimal Rp10 triliun selama tiga tahun. Tentunya ini bisa lebih tinggi lagi,” kata Fajarini.
Ia berharap kerja sama tersebut memberikan dampak positif terhadap produk pertanian Indonesia, termasuk kopi, cokelat, kelapa, dan rempah-rempah. Produk-produk tersebut diharapkan dapat menjangkau pasar internasional melalui jaringan distribusi Nestlé.
