DEN Proyeksikan Ekspor Produk Hilirisasi Aluminium Capai Rp129 Triliun Tahun Ini

Mela Syaharani
21 Oktober 2026, 09:38
den, ekspor aluminium,
ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU
Pekerja menggoperasikan forklif menyusun aluminium ingot di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa (2/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dewan Energi Nasional (DEN) memperkirakan jumlah ekspor produk hilirisasi aluminium di Indonesia mencapai US$ 7,2 miliar atau Rp 129,5 triliun tahun ini. Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto mengatakan angka ini meningkat signifikan.

“Kami perkirakan angka ekspor produk aluminium tahun ini menjadi US$ 7,2 miliar, naik dari sekitar US$ 3,5 miliar pada 2024,” kata Seto dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Selasa (20/10).

Tak hanya aluminium, dia mengatakan hilirisasi lithium juga tercatat tumbuh pesat. Kini hilirisasi di Indonesia tak hanya didominasi oleh nikel saja, namun juga aluminium dan lithium. 

Seto menyebut Indonesia kini menjadi salah satu sumber produsen untuk komponen-komponen baterai lithium seperti anoda, katoda baterai. Indonesia bahkan sudah memiliki lithium refinery (kilang/tempat pengolahan) meskipun komoditas ini tidak ada di Indonesia. 

“Artinya Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang kita tidak miliki. Tapi industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem tadi yang lebih lengkap,” ujarnya.

DEN menghitung, sampai dengan akhir tahun ini jumlah hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai lithium nilainya akan mencapai US$ 50 miliar. Angkanya naik 45% dibandingkan dua tahun lalu yang hanya mencapai US$ 34,5 miliar.

“Jadi ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik untuk Indonesia. Kedepannya kami perkirakan untuk aluminium ini ekspornya bisa melebihi sekitar US$ 10 miliar seiring dengan penambahan investasi dari smelter-smelter aluminium yang baru di di Indonesia,” ucapnya.

Selain hilirisasi, dalam kesempatan yang sama, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan Presiden Prabowo akan meresmikan pusat studi atau Research Center mengenai genome sequencing di Toba, Sumatra Utara. “Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu kratom dan kemenyan,” ujar Luhut.

Ia menyampaikan kemenyan merupakan bahan yang banyak ditemui di Kalimantan, dan bisa dimanfaatkan sebagai obat. Luhut menyebut nilai hilirisasinya bisa mencapai puluhan miliar dolar.

“Sekarang era Presiden Prabowo ada hilirisasi dari pertanian yaitu kratom dan kemenyan. Ini saya kira juga kemajuan lain, persiapan kami agar segera bisa digelar. Presiden bersedia meresmikan Maret tahun depan jika semua sesuai dengan rencana,” katanya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...