Harga Minyak Dunia Bergerak Fluktuatif Imbas Maju Mundur Perang Tarif AS - Cina

Mela Syaharani
14 April 2025, 09:00
Harga minyak
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Foto udara kapal Floating Storage Offloading (FSO) Arco Ardjuna Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan proses lifting minyak ke kapal tanker di perairan utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Senin (3/4/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak acuan dunia bergerak landai di awal perdagangan Senin (14/4).Situasi ini terjadi di tengah kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina yang akan melemahkan pertumbuhan ekonomi global serta mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen, atau 0,06%, menjadi US$ 64,80 per barel. Sementara itu minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada US$ 61,53 per barel, naik 3 sen, atau 0,05%.

Cina sebelumnya menaikkan tarif impor AS menjadi 125% pada Jumat (11/4). Keputusan ini sebagai balasan atas kebijakan Presiden Donald Trump yang menaikkan bea impor barang-barang Cina dan meningkatkan taruhan dalam perang dagang yang mengancam untuk menjungkirbalikkan rantai pasokan global.

Setelah balasan Cina, Trump pada Sabtu lalu memberikan pengecualian tarif impor yang tinggi untuk smartphone, komputer, dan beberapa barang elektronik lainnya yang sebagian besar diimpor dari Cina. Namun, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan bahwa produk teknologi penting dari Cina akan menghadapi bea masuk yang terpisah dengan semikonduktor dalam waktu dua bulan ke depan.

Perang dagang telah meningkatkan kekhawatiran bahwa ekspor yang tidak terjual dapat terus menekan harga domestik Cina. "Data inflasi dari Cina adalah jendela ke dalam ekonomi yang tidak dalam kondisi siap untuk perang dagang. Harga konsumen turun selama dua bulan berturut-turut dalam basis year-on-year, sementara harga produsen turun 30% secara beruntun," kata Moody's Analytics dikutip dari Reuters, Senin (14/4).

Baker Hughes (BKR.O) mengatakan ketika perusahaan-perusahaan bersiap untuk kemungkinan penurunan permintaan, perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu memangkas rig minyak paling banyak dalam seminggu sejak Juni 2023. Hal ini menurunkan jumlah rig minyak dan gas alam selama tiga minggu berturut-turut.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan untuk mendukung harga minyak, AS dapat menghentikan ekspor minyak Iran sebagai bagian dari rencana Trump untuk menekan Teheran atas program nuklirnya.

Kedua negara mengadakan pembicaraan “positif” dan “konstruktif” di Oman pada Sabtu dan setuju untuk bertemu kembali minggu depan dalam sebuah dialog yang dimaksudkan untuk membahas program nuklir Iran yang semakin meningkat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...