Profil Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang Serukan Penggulingan Rezim Khamenei

Ade Rosman
16 Juni 2025, 17:23
Iran, reza pahlavi, israel
Instagra,/Official Reza Pahlavi
Reza Pahlavi. Foto: Instagram/Official Reza Pahlavi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, menyalahkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei atas konflik bersenjata antara Iran dan Israel. Reza, yang hidup di pengasingan, menginstruksikan agar militer, polisi, dan pasukan keamanan memisahkan diri dari pemerintahan Khamenei. 

"Saya sudah sampaikan kepada militer, polisi, dan pasukan keamanan: pisahkan diri dari rezim. Hormati sumpah prajurit yang terhormat. Bergabunglah dengan rakyat," katanya, dikutip dari laporan France24, Senin (16/6).

Ia menilai, rezim di Ayatollah Ali Khamenei lemah dan sekarat. Reza Pahlavi meminta masyarakat Iran untuk mebut kembali negaranya.

Pernyataan ini disampaikan Pahlavi usai serangan Israel ke Iran pada Kamis (12/6). Serangan tersebut menewaskan ratusan warga sipil hingga petinggi militer Iran.

Profil Reza Pahlavi

Reza Pahlavi lahir di Tehran pada 31 Oktober 1960. Saat ia lahir, ayahnya, Mohammad Reza Shah Pahlavi masih menjabat sebagai Shah atau raja Iran.

Meski demikian, pada 1979, monarki pro-Barat Iran, runtuh pada 1979 dalam sebuah revolusi massa.  Ujung dari revolusi tersebut adalah berkuasanya lembaga ulama dan mendeklarasikan Republik Islam Iran. 

Reza lalu tinggal di pengasingan di dekat Washington usai ayahnya terguling dalam revolusi. Sejak saat itu pulalah ia menjadi salah satu tokoh oposisi terhadap Republik Islam Iran.

Setelah meninggalkan Iran, Reza Pahlavi lalu melanjutkan pendidikannya di luar negeri, termasuk di Sekolah Air Force di Amerika Serikat. Ia kemudian masuk Universitas Southern California (USC) dan belajar ilmu politik, meski tidak menyelesaikan studinya secara formal karena lebih fokus pada kegiatan politik.

Ia menyerukan pergantian rezim dalam empat dekade ke belakang. Reza Pahlavi juga menulis tiga buku untuk menggambarkan kondisi politik di Iran. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...