Netanyahu Calonkan Trump Raih Nobel Perdamaian karena Gencatan Senjata di Gaza

Muhamad Fajar Riyandanu
8 Juli 2025, 11:46
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Instagram/@realdonaldtrump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengajukan nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Netanyahu menyampaikan hal tersebut saat jamuan makan malam bersama Trump di Gedung Putih pada Senin, 7 Juli kemarin. Netanyahu menilai Trump punya peran penting dalam mendorong upaya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Melansir pemberitaan The Guardian pada Selasa (8/7), pertemuan antara Netanyahu dan Trump awal pekan ini merupakan yang pertama kali sejak AS melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran. Serangan AS tersebut merupakan bagian dari perang 12 hari antara Israel dan Iran.

The Guardian melaporkan Trump akan menekan Netanyahu agar setuju pada gencatan senjata dalam perang Israel melawan Hamas di Gaza yang telah berlangsung selama 21 bulan belakangan.

Konflik bersenjata di Gaza menjadi sorotan atas dampak kemanusiaan dari ofensif yang telah menyebabkan hampir 60 ribu orang tewas dengan mayoritas adalah warga Palestina.

Netanyahu memberikan surat itu kepada Trump dan menyatakan surat tersebut juga telah dikirim ke Komite Nobel Perdamaian. Surat itu berisi pujian atas upaya Trump dalam mengakhiri konflik di Timur Tengah.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan kekaguman, tidak hanya dari seluruh rakyat Israel, tetapi juga dari bangsa Yahudi,” kata Netanyahu sebelum menyerahkan surat tersebut. “Anda pantas mendapatkannya,” tambah Netanyahu.

“Datang dari Anda secara khusus, ini sangat berarti,” jawab Trump.

Surat pengajuan itu merupakan usulan nominasi kedua bagi Trump setelah bulan lalu Pakistan juga menyatakan akan merekomendasikan Trump untuk penghargaan serupa.

Trump mendorong gencatan senjata di Jalur Gaza dapat terwujud segera. Negosiator Israel dan Hamas telah mengadakan pembicaraan untuk pertama kalinya dalam enam pekan terakhir di Qatar pada Senin, 7 Juli kemarin.

Meski kedua belah pihak menyampaikan optimisme atas peluang tercapainya gencatan senjata, masih terdapat sejumlah poin negosiasi krusial yang menjadi perhatian khusus. Antara lain jaminan pihak Israel bahwa perang tidak akan berlanjut, serta tuntutan Netanyahu agar Hamas diusir sepenuhnya dari Gaza.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...