Indonesia-Inggris Sepakati Penguatan Kemitraan Maritim dan Pendidikan

Tim Publikasi Katadata
21 Januari 2026, 15:59
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di London, Minggu (18/1/2026), untuk kunjungan kerja memperkuat kemitraan Indonesia-Inggris.
BPMI Setpres
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di London, Minggu (18/1/2026), untuk kunjungan kerja memperkuat kemitraan Indonesia-Inggris.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sepakat memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Inggris, dengan fokus utama pada sektor maritim dan pendidikan. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1) siang waktu setempat.

Keir Starmer menilai hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak kunjungan pertama Presiden Prabowo. Menurut dia, kemitraan Indonesia dan Inggris kini memasuki fase yang lebih konkret dan strategis.

Sektor maritim menjadi salah satu bidang kerja sama yang mencatat kemajuan pesat, terutama setelah kedua negara menyepakati Maritime Partnership Programme (MPP) pada November lalu. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkatan laut Indonesia sekaligus memperkuat armada kapal nelayan.

“Itu adalah hal yang kita bicarakan pada pertemuan sebelumnya, jadi saya sangat bahagia Anda bisa kembali ke sini,” ujar Starmer, Selasa (20/1) seperti dilaporkan Badan Komunikasi Presiden.

Selain maritim, Starmer menegaskan pendidikan menjadi agenda penting dalam penguatan kerja sama bilateral. Ia menyoroti perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pendidikan sejak kunjungan sebelumnya.

“Anda memiliki banyak hal untuk didiskusikan, termasuk pendidikan, yang sangat Anda perhatikan pada kunjungan terakhir, dan sekali lagi saya sangat senang bahwa kita terus membuat kemajuan,” tegasnya.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kunjungannya ke Inggris kali ini memang difokuskan pada penguatan kerja sama di bidang maritim dan pendidikan. Fokus tersebut tercermin dari sejumlah agenda pertemuan yang dijalani sejak awal lawatan kerja pada awal pekan ini.

Prabowo mengungkapkan telah bertemu dengan perusahaan pertahanan Inggris, Babcock, untuk membahas kemitraan di sektor maritim. Selain itu, ia juga berdialog dengan Russell Group, asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terkemuka di Inggris.

Menurut Prabowo, rangkaian pertemuan tersebut berlangsung produktif dan berkontribusi pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Inggris.

“Juga dengan para pimpinan dari kelompok universitas Russell Group, saya rasa ini sangat produktif dan saya sangat menghargai hubungan kami dengan Perdana Menteri. Terima kasih banyak,” ujar Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...