Kronologi Berdirinya Dewan Perdamaian Gaza, Digagas Trump dan Didukung Israel

Muhamad Fajar Riyandanu
22 Januari 2026, 17:24
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-A-Lago, Florida, Senin (29/12). Foto: Youtube/White House
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-A-Lago, Florida, Senin (29/12). Foto: Youtube/White House
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia dan sejumlah negara telah menyatakan bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Negara yang bersedia menjadi anggota dewan kebanyakan negara-negara Timur Tengah dan negara mayoritas berpenduduk muslim.

The White House dalam rilis pers pada 16 Januari lalu menuliskan Board of Peace akan memegang peran kunci untuk menuntaskan seluruh 20 poin rencana Trump terkait upaya menghentikan konflik di Jalur Gaza.

Lembaga itu akan menjalankan mandatnya melalui pengawasan strategis, mobilisasi sumber daya internasional, serta penjaminan akuntabilitas agar Gaza dapat bertransisi dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan.

Gagasan Board of Peace mengemuka sejak Trump meluncurkan proposal perdamaian Gaza pada 29 September tahun lalu. Rencana itu diumumkan sesaat sebelum Trump memberikan konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri atau PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. 

"Saya mendukung rencana Anda untuk mengakhiri perang di Gaza, yang akan mencapai tujuan perang kita," kata Netanyahu. "Rencana ini akan membawa kembali semua sandera kita ke Israel, membongkar kemampuan militer Hamas, mengakhiri kekuasaan politiknya, dan memastikan Gaza tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi Israel."

Reuters melaporkan, proposal itu mengatur pembentukan pemerintahan transisi teknokratis di Gaza yang berada di bawah pengawasan Board of Peace yang dipimpin Donald Trump selaku ketua.

Memasuki Januari 2026, Trump memperluas jangkauan dewan tersebut. Associated Press (AP) menuliskan Dewan itu awalnya dirancang untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Namun kini perannya diperluas menjadi lembaga yang menangani penyelesaian konflik global.

AP melaporkan pada 21 Januari lalu, seorang pejabat Gedung Putih menyebut sekitar 30 negara yang akan bergabung menjadi anggota Board of Peace. Pejabat itu tidak merinci negara-negara tersebut. Ia juga menyatakan Gedung Putih telah mengundang sekitar 50 negara.

Sejumlah negara dengan mayoritas penduduk muslim mengumumkan penerimaan undangan itu lewat pernyataan bersama. Pemerintah Indonesia mengumumkan bersedia bergabung sebagai anggota Board of Peace.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun media sosial X @Kemlu_RI pada Kamis (22/1). Keterangan itu menuliskan bahwa sikap Indonesia serupa dengan tujuh negara lainnya seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Keputusan itu diambil setelah para pemimpin negara masing-masing menerima undangan resmi dari Presiden Trump,” tulis keterangan Kemlu.

Kemlu mengatakan, para menteri luar negeri dari delapan negara secara bersama membuat pernyataan sekaligus menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara. Mereka juga menegaskan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Trump.

Di sisi lain, Norwegia dan Swedia menyatakan tidak akan menerima undangan bergabung. Mereka menyusul Prancis yang lebih dulu menolak tawaran tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...