Israel Beri Sinyal Serangan ke Iran Berlanjut hingga April

Muhamad Fajar Riyandanu
17 Maret 2026, 14:20
israel, iran, amerika serikat
ANTARA/Anadolu/py.
Ilustrasi serbuan Amerika Serikat dan Israel di Iran
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Israel menyatakan akan terus melanjutkan serangan militernya ke Iran hingga April mendatang. Hal ini dilakukan karena masih banyak target di Iran yang belum diserang.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Force (IDF), Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengatakan militer telah dirancang berlangsung hingga melewati hari raya Judaisme yakni Passover tiga pekan mendatang.

"Kami siap, dalam koordinasi dengan sekutu Amerika Serikat, dengan rencana setidaknya hingga Passover, dan bahkan lebih jauh setelah itu,” ujar Defrin, sebagaimana diberitakan oleh CNN pada Minggu (15/3).

Angkatan Udara Israel melaporkan telah melancarikan sekitar 400 gelombang serangan di wilayah barat dan tengah Iran terhitung sejak serangan 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Agung (Ayatullah) Ali Hosseini Khamenei

Serangan-serangan tersebut difokuskan pada penghancuran infrastruktur serta penargetan unit militer Iran. Pejabat Israel juga menyebutkan, militernya bersama Amerika Serikat (AS) telah menyerang ribuan target sejak konflik dimulai.

Meski demikian, Defrin mengatakan operasi militer tidak dibatasi oleh tenggat waktu tertentu. “Kami tidak bekerja berdasarkan jadwal, melainkan untuk mencapai tujuan, yaitu melemahkan rezim Iran secara signifikan,” ujarnya.

Defrin mengatakan kondisi eskalasi konflik saat ini telah mendorong Hizbullah di Lebanon untuk ikut terlibat. Hal ini berbeda dengan sikap mereka pada konflik sebelumnya.

Pasukan Israel juga memperluas operasi di wilayah utara dengan menambah pasukan di perbatasan Lebanon. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Pasukan IDF telah memperluas operasi ke wilayah baru di Lebanon bagian selatan. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan pendudukan berkepanjangan di kalangan ratusan ribu warga Lebanon yang mengungsi.

Katz juga membandingkan situasi di Lebanon dengan Gaza. Ia memperingatkan warga Lebanon yang mengungsi tidak akan diizinkan kembali ke rumah mereka hingga keamanan warga Israel di dekat perbatasan benar-benar terjamin.

Laporan The Guardian pada Senin (16/3) menuliskan, pernyataan Katz itu mengisyaratkan kemungkinan kehadiran pasukan Israel akan berlangsung lama. Katz mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan IDF untuk menghancurkan infrastruktur yang disebut sebagai teror di  dekat perbatasan Lebanon.

Langkah tersebut, menurut Katz, dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti operasi militer Israel terhadap Hamas di Rafah, Beit Hanoun, serta jaringan terowongan di Gaza.

“Ratusan ribu warga Syiah di Lebanon selatan yang telah mengungsi atau sedang mengungsi dari rumah mereka di Lebanon selatan dan Beirut tidak akan kembali ke wilayah di selatan garis Litani hingga keamanan warga di wilayah utara terjamin,” kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata pada November 2024, Hizbullah seharusnya mundur dari Lebanon selatan dan militer Lebanon mengambil alih wilayah tersebut, sebagai imbalan atas penghentian pemboman oleh Israel.

Namun, Israel menyatakan Lebanon tidak pernah memenuhi bagiannya dalam kesepakatan tersebut, dan Israel tetap melancarkan serangan udara hampir setiap hari terhadap apa yang disebut sebagai posisi dan persenjataan Hizbullah.

Perang baru ini dimulai ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret. Serangan tersebut mendorong Israel melancarkan kampanye militer di seluruh wilayah Lebanon. Sejak saat itu, konflik meningkat tajam dan telah melampaui skala perang Israel-Hizbullah selama 13 bulan pada 2023–2024.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...