Kronologi Baku Tembak Agen Secret Service, Gedung Putih Sempat Lockdown
Gedung Putih sempat ditutup sementara atau lockdown dan memberlakukan pengamanan ketat pada Senin (4/5). Kondisi ini diberlakukan usai seorang petugas pengamanan presiden atau Secret Service melakukan baku tembak dengan seseorang pria bersenjata di National Mall, dekat Monumen Washington.
Mengutip USA Today, para pejabat AS mengatakan, seorang anak di bawah umur yang berada di lokasi kejadian juga terkena peluru dari tersangka.
Aksi penembakan ini mendorong Secret Service untuk memerintahkan para wartawan di halaman utara Gedung Putih masuk ke ruang konferensi pers pada pukul 15.41 ET atau Selasa (5/5) pukul 02.41 WIB.
Sekitar lima menit kemudian, Presiden Donald Trump mengadakan acara di Ruang Timur Gedung Putih dan memberikan pidato kepada pemilik usaha kecil seperti yang direncanakan semula. Trump tidak membahas insiden tersebut.
Aksi baku tembak itu terjadi di dekat Jalan ke-15 dan Independence Avenue, beberapa blok dari Gedung Putih.
Matt Quinn, wakil direktur Secret Service, mengatakan kepada wartawan bahwa petugas Secret Service berpakaian preman yang ditugaskan untuk berpatroli di sekitar Gedung Putih mengidentifikasi seorang individu yang mencurigakan pada pukul 15.30 ET. Pria itu tampaknya membawa senjata api.
Menurut Quinn, petugas polisi Secret Service berseragam mencoba memanggil tersangka. Namun, tersangka justru melarikan diri dengan berjalan kaki dan mulai menembakkan senjatanya ke arah para agen. Petugas Secret Service pun membalas tembakan tersebut.
Tersangka kemudian terkena tembakan, bersama dengan seorang saksi mata yakni remaja. Quinn mengatakan, saksi mata tersebut terkena tembakan tersangka, bukan petugas. Korban kini sedang dirawat dan lukanya sejauh ini tak mengancam nyawa.
"Semua yang saya lihat membuat saya percaya, dan para penyelidik juga percaya, bahwa dia terkena tembakan tersangka," kata Quinn.
Kondisi tersangka, yang belum diidentifikasi, belum jelas. Tidak ada seorang pun di Gedung Putih yang terluka atau dirugikan.
Penguncian gedung terjadi di tengah peningkatan kewaspadaan menyusul baku tembak di makan malam Asosiasi Koresponden Pers Gedung Putih pada 24 April. Ketika itu, seorang pria bersenjata berlari melewati detektor logam sambil membawa senjata dan pisau di Washington Hilton.
Seorang agen Secret Service terkena peluru tetapi tidak mengalami luka parah. Tersangka, Cole Tomas Allen yang berusia 31 tahun, didakwa dengan pelanggaran senjata api dan percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Selama pidatonya di acara bisnis kecil itu, Trump memuji keamanan Washington sebagai hasil dari intervensi agresif pemerintahannya yang mencakup pengerahan Garda Nasional ke jalan-jalan kota.
"Washington, DC, yang sangat tidak aman setahun yang lalu, sedikit lebih dari setahun yang lalu, sekarang menjadi salah satu kota teraman di Amerika Serikat," kata Trump.
Investigasi Dinas Rahasia terhadap penembakan terbaru ini masih berlangsung. Quinn menolak untuk berspekulasi apakah tersangka menargetkan Trump. "Apakah itu ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tetapi kita akan mengetahuinya," katanya.
Sesaat sebelum penembakan, iring-iringan kendaraan Wakil Presiden JD Vance melewati area kejadian. Quinn mengatakan tidak ada indikasi bahwa tersangka bermaksud menargetkan iring-iringan kendaraan tersebut.
