Saudi-Turki-Pakistan Perkuat Kerja Sama Militer Hadapi Serangan Houthi

Ahmad Islamy
26 September 2026, 10:11
Militer
ANTARA FOTO/REUTERS/Khaled Abdullah
Pengikut Houthi berkumpul untuk menerima bantuan makanan dari annggot suku di Sanaa, Yaman, Sabtu (21/9/2019).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Para pemimpin militer Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menggelar pertemuan di Riyadh, Jumat (25/9) waktu setempat untuk membahas dukungan terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Arab News melansir, dalam pertemuan tersebut, para kepala angkatan bersenjata dari ketiga negara sepakat memperdalam kerja sama pertahanan dan intelijen serta meningkatkan integrasi kemampuan pertahanan di bawah Makkah Joint Defence Agreement, perjanjian pertahanan yang ditandatangani ketiga negara pada Agustus 2026.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan, para pemimpin militer kembali menegaskan komitmen terhadap pertahanan kolektif serta tekad untuk melindungi keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah Arab Saudi. Mereka juga membahas perkembangan situasi keamanan dan berbagai ancaman yang dihadapi Kerajaan. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengecam serangkaian serangan terbaru yang menyasar infrastruktur sipil dan ekonomi di Kota Makkah serta sejumlah lokasi lainnya.

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, juga menerima kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir pada Jumat kemarin. “Kami menyambut hasil pertemuan para kepala staf berdasarkan Makkah Joint Defense Agreement dan membahas serangan keji yang menargetkan kota suci Makkah serta infrastruktur sipil dan ekonomi Kerajaan,” tulis Khalid melalui media sosial, seperti dikutip Arab News, Sabtu (26/9).

Ia menuturkan, Arab Saudi dan Pakistan menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan upaya bersama dalam menghadapi serangan tersebut sesuai dengan ketentuan perjanjian pertahanan.

Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dilaporkan meningkat sejak Juli lalu, setelah gencatan senjata yang disepakati pada April 2022 berakhir. Kelompok yang didukung Iran itu juga menyatakan pemberlakuan blokade maritim dan melancarkan serangan terhadap kapal serta kapal tanker yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di Laut Merah dan Teluk Aden.

Dalam pertemuan kemarin, para kepala staf juga mengapresiasi peran angkatan bersenjata Arab Saudi dalam melindungi warga negara, penduduk, serta keamanan Kerajaan. 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat menteri luar negeri ketiga negara. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan sebelumnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di New York, AS, Kamis (24/9).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela pekan tingkat tinggi Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satu agenda pembahasan adalah persiapan pertemuan darurat para kepala staf militer ketiga negara untuk membahas dukungan terhadap Arab Saudi berdasarkan Makkah Joint Defence Agreement.

Perjanjian pertahanan tersebut ditandatangani pada 7 Agustus 2026 oleh Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh negara anggota. Kesepakatan tersebut juga mencakup perluasan kerja sama pertahanan dan penguatan kemampuan penangkalan secara kolektif.

Pertemuan para kepala angkatan bersenjata itu menjadi bagian dari upaya ketiga negara menerjemahkan kesepakatan pertahanan tersebut ke dalam kerja sama militer yang lebih konkret.

Ketiga pihak menyatakan pertemuan tersebut mencerminkan kekuatan kemitraan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Mereka juga menegaskan tekad untuk segera memulai proses menerjemahkan komitmen dalam perjanjian menjadi kerja sama militer yang efektif.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...