Saling Serang dan Sindir AHY-Moeldoko soal Upaya Kudeta di Demokrat

Ameidyo Daud Nasution
1 Februari 2021, 20:08
partai demokrat, jokowi, agus yudhoyono
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.

Hubungan Partai Demokrat dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memanas. Pasalnya mantan Panglima TNI tersebut dituding akan mendongkel posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisi Ketua Umum partai berlambang mercy itu.

Awalnya Agus menggelar konferensi pers untuk menyampaikan rencananya menyurati Presiden Joko Widodo lantaran ada keterlibatan pejabat negara dalam pengambilalihan paksa tampuk kepemimpinan partai berlambang mercy tersebut.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan gerakan tersebut mendapat dukungan sejumlah Menteri dan pejabat di lingkaran Jokowi. Meski demikian ia tak menyebut nama siapa sosok di lingkaran istana tersebut.

“Saya telah mengirim surat resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapat konfirmasi dan klarifikasi kebenaran berita yang kami dapatkan,” kata Agus, Senin (1/2) dikutip dari Antara.

Dia menyampaikan ada lima orang pelaku gerakan yang terdiri dari satu kader Demokrat aktif, satu kader yang enam tahun tidak aktif, dan satu mantan kader yang sembilan tahun lalu diberhentikan karena menjalani hukuman akibat tindak pidana korupsi.

Ada pula satu kader Demokrat yang telah hengkang sejak tiga tahun lalu. “Sedangkan yang non kader adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan yang sekali lagi sedang kami minta konfirmasi kepada Presiden,” kata Agus.

Dia menjelaskan kader Demokrat yang melaporkan gerakan tersebut pernah diajak untuk melakukan penggantian Ketua Umum dengan paksa baik lewat telepon maupun pertemuan langsung. Rencananya, pelaku akan mengganti paksa AHY lewat Kongres Luar Biasa (KLB).

“Pengambilalihan posisi Ketum akan dijadikan kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024,” katanya.

Agus sebenarnya telah mencium gelagat ini sejak satu bulan lalu. Awalnya ia hanya menganggap persoalan ini hanya dinamika internal partai politik pada umumnya.

Halaman:
Reporter: Antara, Rizky Alika
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...