Shipper Tingkatkan Layanan Logistik yang Efisien

Tim Publikasi Katadata
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
25 Mei 2021, 17:04
Pengantaran Paket
Shipper

Jakarta – Untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GERNAS BBI), startup karya anak bangsa Shipper terus berupaya mempermudah akses dan meningkatkan layanan logistik yang menyeluruh dan efisien bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Budi Handoko, Co-Founder & COO Shipper saat hadir sebagai panelis dalam Webinar Katadata bertajuk “Jasa Logistik Untuk Dukung Produk Lokal” pada Selasa, 25 Mei 2021.

GERNAS BBI bertujuan agar masyarakat membeli dan menggunakan produk buatan Indonesia, khususnya produk UMKM. Bahkan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan 5 Mei, sebagai Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI). Kesuksesan GERNAS BBI di masa depan tidak luput dari peranan penting jasa logistik sebagai sektor pendukung bagi jutaan pelaku UMKM dalam negeri dalam memasarkan produk-produk lokal.

Budi Handoko menegaskan dukungan Shipper untuk meningkatkan efisiensi ekosistem logistik di Indonesia dengan cara mendukung transformasi digital untuk sektor logistik. Menurut Budi, pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce yang pesat merupakan momentum emas, tidak hanya bagi pemulihan ekonomi nasional tapi juga untuk kemajuan UMKM dan produk lokal.

“Bersama dengan para mitra logistik Shipper, kami berkomitmen untuk terus membangun ekosistem logistik yang lebih baik dengan memanfaatkan momentum digitalisasi, khususnya di tingkatan UMKM,” ujar Budi.

Online Seller
Online Seller (Shipper)

Pemerintah telah menargetkan tambahan 30 juta UMKM di Indonesia pada 2023. Optimisme pemerintah ini tentunya didasarkan oleh beberapa hal. Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menyatakan, hingga bulan Maret 2021 jumlah UMKM yang sudah tergabung dalam berbagai marketplace telah mencapai angka 4,8 juta.

Seiring kenaikan jumlah UMKM tersebut, transaksi belanja online pun meningkat dengan pesat. Hal ini dapat ditinjau pada saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), yang nilai transaksinya meningkat hampir dua kali lipat dari 2018-2020. Data Nielsen menunjukkan pada 2018, transaksi pada saat Harbolnas mencapai Rp6,1 triliun, sementara pada 2020 telah menyentuh angka Rp11,6 triliun.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), UMKM memiliki kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,7 persen. Selain itu, sektor UMKM juga mampu menyerap 120 juta dari 133 juta angkatan kerja di Indonesia. Maka dari itu, sudah sepatutnya apabila UMKM yang telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah dan juga swasta.

Namun, besarnya peluang pertumbuhan bukan berarti tanpa tantangan. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mencatat 50 persen dari total 64,2 juta UMKM harus tutup sementara akibat pandemi virus COVID-19. Selain itu, Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi menyatakan mahalnya biaya logistik dikarenakan proses transaksi langsung antar penjual dan pembeli, tanpa kemudahan atau subsidi. Pemerintah menargetkan dalam empat tahun ke depan, biaya logistik di Indonesia bisa turun ke level 17 persen dari PDB. Apabila beban biaya logistik turun, diprediksi hal itu akan semakin membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya.

Dalam menghadapi tantangan logistik di lapangan, Budi Handoko mengapresiasi langkah-langkah pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas logistik yang semakin merata di Indonesia. Di samping itu, kemudahan akses melalui sistem digital yang terintegrasi akan membuat rantai logistik menjadi jauh lebih efisien.

Melihat situasi yang ada, kata Budi, Shipper senantiasa berupaya untuk mempermudah akses dan menjadikan jasa logistik lebih terjangkau bagi para pelaku UMKM. Perusahaannya juga akan terus berusaha meningkatkan pelayanan, terutama melalui teknologi layanan logistik yang terintegrasi dari hulu ke hilir. “Kami perusahaan teknologi. Jadi kami akan terus berinovasi lebih jauh dalam hal logistik digital,” ujarnya.

Selain teknologi agregasi untuk jasa pengiriman (delivery) dan pergudangan (warehousing), Shipper juga meningkatkan layanan integrasi API (Application Programming Interface) yang dapat menghubungkan berbagai pelaku usaha dalam situs e-commerce ke berbagai layanan logistik dalam satu platform.

“Saya yakin bahwa percepatan digitalisasi di sektor logistik pada akhirnya akan menopang pertumbuhan dan daya saing UMKM serta produk lokal Indonesia,” kata Budi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...