Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengkurasi 153 perusahaan usaha menengah yang dinilai berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui program RISE TO IPO 2026.
BRI merilis Indeks Bisnis UMKM kuartal II 2026 sebesar 102,1, yang menunjukkan fase ekspansif meski melambat, didukung proyeksi dan analisis kondisi terkini.
Maman belum memastikan bentuk kebijakan tambahan yang akan diterapkan pemerintah, termasuk kemungkinan relaksasi bagi UMKM yang belum memiliki sertifikat halal saat kewajiban tersebut mulai berlaku.
Pelaku UMKM terlebih dahulu perlu mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi sebelum bisa mendapatkan diskon 50% biaya layanan di marketplace atau e-commerce.
Sejumlah produk perikanan unggulan Pati berpeluang masuk ke jaringan distribusi perusahaan besar. Produk tersebut antara lain udang, lele, nila, dan nila salin.
Kebijakan diskon biaya admin untuk seller marketplace minimal 50% bagi pelaku UMK yang menjual produk dalam negeri hampir rampung, dan tinggal menunggu proses integrasi akhir.
UMKM adalah fondasi ekonomi Indonesia dengan kontribusi 61% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja, didukung program pemerintah untuk akses pembiayaan dan digitalisasi.
Pemerintah menyepakati pengemudi ojol ditetapkan sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga memperoleh insentif perpajakan dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR)