Xi Jinping hingga Macron Telepon Jokowi: Pusing Harga Energi Melonjak

Rizky Alika
25 Maret 2022, 14:02
jokowi, xi jinping, energi
ANTARA FOTOFOTO/Kornelis Kaha/rwa.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (kedua kanan) dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore (kanan) meninjau taman wisata baru dan kuliner di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Kamis (24/3/2022).

Harga  komoditas energi tengah meningkat selama beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo pun sampai mendapatkan telepon dari beberapa pemimpin negara lain tentang permasalahan ini.

Beberapa yang mengabarkan lonjakan harga antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Advertisement

"Semua negara betul-betul pusing semua. Dalam dua minggu ini, saya dapat telepon beberapa kepala negara atau pemerintahan," kata Jokowi dalam arahan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3).

Para pemimpin dunia tengah kebingungan dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan energi. Adapun, harga minyak dunia tengah melonjak dari kisaran US$ 50-60 per barel menjadi US$ 118 per barel. 

Situasi tersebut membuat pemimpin negara mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi hingga dua kali lipat. Jokowi pun membandingkan situasi tersebut dengan Indonesia. "Bayangkan, kita naik 10 persen saja demonya tiga bulan," katanya.

Tak hanya itu, harga gas hingga pangan juga ikut melonjak. Harga kedelai hingga gandum tengah meningkat lantaran dipasok oleh negara yang tengah menghadapi konflik, yaitu Ukraina dan Rusia.

Di sisi lain, kelangkaan juga terjadi pada kontainer kapal untuk distribusi logistik. Hal ini turut berdampak pada kenaikan ongkos angkut barang yang berujung pada kenaikan harga barang pada tingkat konsumen.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement