Pakar Manajemen dan Pengusaha Prof. AB Susanto Meninggal Dunia
Berita duka muncul dari dunia pendidikan Tanah Air hari ini. Pakar manajemen Prof. Dr. Alfonsus Budi Susanto atau AB Susanto meninggal dunia pada Jumat (15/4).
Kabar ini disampaikan langsung dari akun Instagram Susanto yakni absusanto999. Dalam pengumuman tersebut, Susanto meninggal pada pukul 11.00 WIB setelah dirawat di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat.
Jenazah akan disemayamkan di kediaman keluarga, Jalan Kemang Timur IV. "Misa requiem dan malam kembang pada hari Minggu (17/2) pukul 18.00 WIB," demikian pengumuman yang diberikan akun Instagram Susanto pada Jumat (15/4).
Dikutip dari berbagai sumber, tokoh kelahiran Yogyakarta, 5 September 1950 ini mendapatkan awalnya merupakan dokter dari Universitas Bonn, Jerman. Setelah itu ia melanjutkan di Universitas Dusseldorf hingga mendapatkan gelar Doktor bidang endokrinologi dan diabetologi.
Ia sempat menjadi Research Assistant pada Diabetes Research Institute di Universitas Dusseldorf pada 1973 hingga 1976. Selain itu Susanto juga pernah berpraktik sebagai dokter di Rumah Sakit (RS) Ratingen, RS Marien, serta Klinik Diabetes Bad Oeyhansen pada 1976 sampai 1978.
Sempat bekerja di perusahaan farmasi Schering AG hingga posisi Direktur Marketing, tahun 1983, ia pulang ke Tanah Air. Pengalamannya bekerja lalu menuntun Susanto untuk dan mengambil kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Belum puas, ia melanjutkan pendidikannya hingga mendapatkan gelar Master of Arts dalam Studi Amerika Serikat dari almamaternya. Tak hanya itu, ia juga meraih dua gelar S3 dari Universitas Padjadjaran yakni Doktor Bidang Filsafat dan Doktor Bidang Manajemen dan Bisnis.
Pada tahun 1994, alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta ini mendirikan Jakarta Consulting Grup (JCG). JCG adalah konsultan bisnis lokal terkemuka yang telah melayani sejumlah klien mulai dari swasta hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satu kliennya adalah Kapal Api Group. Bahkan JCG saat ini telah melebarkan sayap dengan membuka cabang di Malaysia dan Thailand.
Susanto juga pernah menjadi National Corporate Advisory Council di UNICEF Indonesia, Anggota Dewan Pakar Asosiasi Manajer Indonesia, hingga Ketua Dewan Yayasan Mahatma Gandhi.
