Penumpang Angkutan Umum Mulai Melonjak, Tertinggi Gunakan Pesawat
Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan penumpang angkutan umum dan kendaraan mulai mengalami peningkatan, khususnya pesawat. Berdasarkan data sementara yang dihimpun pada Jumat (14/4) atau H-8 lebaran, jumlah penumpang umum sebanyak 535.914 orang.
“Peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi di angkutan udara atau pesawat. Persentasenya mencapai 39,03% dari total jumlah penumpang angkutan umum di semua moda pada Jumat kemarin atau H-8,” demikian disampaikan Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (15/4).
Titik pergerakan penumpang dan kendaraan dipantau dari Posko Angkutan Lebaran 2023 di Kantor Kemenhub, Jakarta. Titik pergerakan meliputi 111 terminal, 16 Pelabuhan Penyeberangan, 51 Bandar Udara, 110 Pelabuhan Laut, 13 Daop/Divre, 42 Gerbang Toll dan 20 ruas Jalan Arteri.
Secara rinci, jumlah penumpang angkutan umum per moda transportasi pada H-8 kemarin yakni:
- Angkutan udara sebanyak 209.142 penumpang. Jumlah ini meningkat 22,99 % jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar 170.054 penumpang.
- Angkutan jalan (77.057 penumpang, menurun 20,54% dibandingkan tahun lalu 96.974 penumpang).
- Angkutan kereta api (128.852 penumpang, meningkat 57,84 % dibandingkan tahun lalu 81.636 penumpang).
- Angkutan penyeberangan (66.887 penumpang, menurun 45,27 % dibandingkan tahun lalu 122.222 penumpang).
- Angkutan laut (53.976 penumpang, menurun 1,60 % dibandingkan tahun lalu 54.855 penumpang).
Ratusan Ribu Kendaraan Keluar Jabodetabek
Sebanyak 162.078 kendaraan tercatat keluar Jabodetabek pada H-8 lebaran, Jumat (14/4). Terjadi peningkatan pergerakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.
Untuk jumlah mobil yang keluar Jabodetabek tercatat sebanyak 162.078 kendaraan. Jumlah tersebut terdiri atas 63.874 kendaraan yang melewati jalan arteri dan 98.204 kendaraan yang melewati jalan tol.
“Jumlah mobil yang melewati jalan arteri terjadi peningkatan dibanding hari biasa. Sementara, untuk yang melewati jalan tol terjadi penurunan sekitar 30 persen dari hari normal," kata Juru bicara Kementerian Perhubungan atau kemenhub Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (15/4).
Kemenhub mengimbau masyarakat agar mudik lebih awal paling tidak di tanggal 17 April 2023 mendatang. Hal itu dilakukan untuk menghindari kepadatan kendaraan di puncak arus mudik yang diprediksi terjadi mulai 18 sampai 21 April 2023.
Sedangkan untuk sepeda motor, tercatat sebanyak 201.695 kendaraan yang keluar dari Jabodetabek atau meningkat 203,7 % dari hari normal. Namun demikian, Adita mengatakan, Kemenhub mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik jarak jauh.
"Karena sangat rentan mengalami kecelakaan. Gunakan angkutan umum atau manfaatkan program mudik gratis agar perjalanan lebih aman dan berkesan, ” tutur Adita.
