Jokowi Bicara Keberlanjutan: Jangan Sampai Ganti Pemimpin, Ganti Visi
Presiden Joko Widodo mengatakan tantangan Indonesia ke depan tidak mudah. Oleh sebab itu, Jokowi berharap ada keberlanjutan dan konsistensi dari apa yang telah berjalan saat ini.
Jokowi mengatakan konsistensi merupakan salah satu syarat Indonesia menuju maju. Makanya ia berharap pemimpin berikutnya bisa melanjutkan apa yang telah dikerjakan.
"Jangan sampai saat ganti pemimpin, ganti visi, ganti orientasi sehingga kita harus mulai semuanya dari awal lagi," kata Jokowi dalam Apel Akbar Pasukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di Solo, Rabu (20/9) seperti disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi menganalogikan pembangunan sebagai pendidikan yang harus ditempuh Indonesia. Mantan Wali Kota Solo itu ingin pemimpin berikutnya membawa RI ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Jangan sampai ganti pemimpin, kita mulai lagi dari SD. (Kalau begitu) Kapan kita S1, S2, S3," katanya.
Jokowi juga memberikan syarat yang harus dimiliki presiden berikutnya. Ia berharap pemimpin Indonesia bisa mengambil risiko, mempersatukan dan melayani rakyat, hingga mampu bekerja secara detail.
"Saat ini tidak mungkin kita hanya bekerja secara makro saja, mikronya harus dilihat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengajak semua pihak menjaga keamanan saat Pemilu 2024. Ia berharap organisasi seperti Kokam bisa berkontribusi dalam menjaga kondisi.
"Kedamaian tidak boleh koyak karena Pemilu. Lompatan bangsa ini menuju kemajuan juga tidak boleh terhalang hanya karena perebutan kekuasaan," katanya.
