Ganjar Janji Terbitkan Perpres Kesultanan Jika Jadi Presiden
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo berjanji akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk kesultanan dan keraton. Hal itu, menurut Ganjar, sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga kebudayaan Nusantara.
Ia menyampaikan hal itu dalam kunjungannya ke Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur saat bertemu langsung dengan Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (6/12).
Ganjar menggambarkan Perpres tersebut mengatur tentang dana kesultanan.Dia mengaku sudah melakukan pembinaan dan memberikan bantuan kesultanan selama memimpin Jawa Tengah.
“Setuju saya, banyak sekali kesultanan, kerajaan keraton yang hari ini masih hidup, ada yang eksis secara otonom, mandiri, namun beberapa yang lain butuh perhatian,” kata Ganjar.
Ganjar berpandangan, sebaiknya pengelolaan dana kesultanan dan kerajaan dimudahkan secara administrasi.Dia berharap dana tersebut bisa diolah secara merata, baik untuk biaya revitalisasi maupun operasional.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga disambut seniman Kutai Kartanegara. Dia mendapat kesempatan untuk menarik Kanjar Ganjur yang merupakan warisan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Butuh Waktu 2 Tahun Putuskan Maju Capres
Dalam kunjungannya ke Balikpapan, Ganjar mengaku butuh waktu yang cukup panjang untuk memutuskan maju di Pemilihan Presiden 2024. Dia bahkan berdiskusi selama 2 tahun dengan Presiden Joko Widodo sebelum membulatkan keputusannya itu.
Peran Jokowi di balik keputusan maju capres itu menurut Ganjar pernah ia ungkapkan saat menghadiri forum Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan: Menelaah Gagasan dan Komitmen Calon Pemimpin Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Saya itu mau maju capres diskusi awalnya sama Pak Jokowi. Saya diskusi berdua panjang sekali sampai pada satu titik butuh keberlangsungan dan itu Ganjar. Gitu," kata Ganjar di sela kunjungan di Balikpapan seperti dikutip Rabu (6/12).
Mantan Gubernur Jawa tengah itu mengatakan, diskusi panjang yang dilakukannya dengan Jokowi untuk mengetahui apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab presiden Indonesia ke depan yang akan menggantikan Jokowi. Ia mengaku membulatkan tekad maju capres karena ingin melanjutkan pembangunan dan kebijakan memajukan Indonesia.
Menurut Ganjar sejumlah topik yang menjadi fokus diskusi dengan Jokowi antara lain, birokrasi bersih, hilirisasi, pertumbuhan ekonomi, dan bagaimana melakukan gebrakan dalam kebijakan. "Kami diskusi bagaimana menggebrak dan sebagainya. Kami diskusi 2 tahun, saya bocorkan di Habibie center ini," kata Ganjar.
