Anies Kaget Jokowi Bicara Serangan Personal: Kok Komentari Debat

Amelia Yesidora
9 Januari 2024, 11:51
anies, jokowi, debat
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/Spt.
Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan memaparkan program pertanian di hadapan kelompok tani dan warga di Bulotalangi Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (8/1/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan mengaku terkejut atas komentar Jokowi terkait debat capres ketiga yang berlangsung pada Minggu (7/1). Anies mengatakan seluruh pernyataan dalam debat itu soal kebijakan sehingga publik bisa menilai kebijakan yang dibuat masing-masing paslon. 

“Jadi saya malah agak terkejut, Pak Presiden kok berkomentar soal debat ya? Saya tidak mau berkomentar terlalu banyak deh, biar publik aja nanti yang menilai,” ujarnya di Gorontalo, Senin (8/1). 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menanggapi pernyataan Jokowi terkait kerahasiaan data pertahanan. Menurutnya, pemerintah cukup menjelaskan apa data yang bisa dan tidak bisa dibuka.

Anies mengatakan data yang dimaksud  di dalamnya terkait perumahan untuk TNI, pembelian alutsista bekas, dan catatan Kemenkeu terkait pembelian tersebut.

“Harus bisa menjawab dan jangan berlindung dalam kerahasian ketika tidak bisa menjelaskan,” katanya.

Juru Bicara Timnas AMIN, Billy David Nerotumilena mengatakan kata-kata Anies dalam debat mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo pada debat yang sama 2019 lalu. Jokowi lima tahun lalu juga menanyakan soal kepemilikan lahan Prabowo.

"Kalau tentang personal itu juga belum diatur dalam batasan yang jelas, (diatur) sejauh mana personal,” kata Billy di Rumah Pemenangan AMIN, Senin (8/1).

Sebelumnya Jokowi menganggap debat capres ketiga adalah ajang saling serang secara personal. Presiden juga mengatakan debat akhir pekan lalu menutup substansi dan visi-misi yang ditawarkan ketiga capres. 

Presiden letakkan batu pertama kampus II UMP
Presiden letakkan batu pertama kampus II UMP (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/rwa.)

"Saya kira kurang memberikan pendidikan. Kurang mengedukasi masyarakat yang menonton," ujarnya di rumah makan Kampung Kecil Serang, Banten pada Senin (8/1).

Menurutnya, perlu ada peraturan tambahan untuk debat selanjutnya. Salah satunya adalah melarang peserta debat menjatuhkan lawan lewat motif personal. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan saling menyerang diperbolehkan asal soal kebijakan atau visi-misi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Amelia Yesidora

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...